Puzzle Pieces - save my life

Puzzle Pieces - save my life

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 30, 2026
Elona Lyora tumbuh dalam rumah yang penuh suara, tapi miskin cinta. Ia terbiasa menyembunyikan luka di balik senyum, menelan kecewa sendirian, dan berpura-pura baik-baik saja meski hatinya perlahan retak karena kehilangan kasih sayang seorang ibu. Bagi Elona, cinta hanyalah kata yang indah, tapi tidak pernah benar-benar ia rasakan. Hingga pertemuannya dengan Naka Maheswara Naka, lelaki jangkung dengan sikap hangat dan tulus, hadir tanpa memaksa, tanpa menghakimi. Perlahan, ia mengisi ruang kosong dalam hati Elona yang telah lama kehilangan kasih sayang. Namun, masa lalu Elona tidak mudah ditinggalkan. Luka keluarga, trauma emosional, dan ketakutan akan ditinggalkan kembali menjadi ujian terbesar bagi hubungan mereka. Sementara Naka harus belajar bahwa mencintai seseorang yang terluka berarti bersabar lebih lama dan mencintai lebih dalam. Di antara perasaan yang tumbuh diam-diam dan luka yang perlahan pulih, kisah mereka menjadi tentang dua hati yang saling menemukan - bukan untuk saling menyelamatkan, tapi untuk tumbuh bersama.
All Rights Reserved
#675
twitter
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines