03.00 AM

03.00 AM

  • WpView
    Membaca 19
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Mar 30, 2022
Ini sebuah cerita yang lahir dijam tiga pagi dari seorang manusia yang membawa kisah hidupnya. Panggil saja, Arumi. Seorang wanita pengidap Bipolar Disorder yang mencoba bertahan hidup dibumi bersama kekasihnya, Ganendra. Ini cerita tentang rumah yang berbeda, bukan tentang siapa yang mencintai siapa melainkan siapa yang meninggalkan siapa. Pada pukul tiga pagi, saat semuanya tidak dapat ditahan lagi, mereka mencoba menceritakan ini semua "aku seperti mati perlahan, atau memang sudah sejak dulu mati?" Apakah wanita dengan gangguan mental bisa menjalani suatu hubungan mengatasnamakan cinta? jawabannya ada dalam Arumi dan Ganendra. [FOLLOW DULU SEBELUM BACA!!!] Hi peeps! enjoy!~
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#378
mental
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Paradise
  • γ€ο»Ώπ‘Ύπ’Šπ’π’ 𝑩𝒆 π‘΄π’Šπ’π’†?】
  • Welcome Home, Saga!
  • Dua cangkir satu Meja
  • SKRIPSUIT  βœ”
  • TATA SURYA
  • Lover's Style (Bahasa Indonesia)
  •  HAZELA
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan