Secarik Rasa

Secarik Rasa

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureComplete Wed, May 25, 2022
Deretan larik suka termaktub dalam bait cinta. Kutujukan padamu, laki-laki yang mendekati sempurna. Decakan kagum tak pernah absen menyapa. Kedua netra hanya mampu melirik paras rembulan tanpa mau mengajak canda. Kusimpan apik dalam diary hati, hingga tak ada yang tau keberadaannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nadi - Naya Dimas [Sudah Terbit]
  • Aksara Peniti Sejarah (SUDAH TERBIT)
  • Setitik Tinta
  • KIDUNG CINTA AKU & DIRIMU
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • My Poems!
  • Puisi Kemana Saja
  • Sunyi Hati Hampa Semesta
  • Aku Pengamat, Terasingkan

"Kalo Nadi gua putus, gua mati Nay. Kalo kita putus, hati gua juga mati." "Emang kita pernah jadian?" "Oiya. Gua lupa." "Tapi kalo gua ga bisa buat lu luluh, Hati gua udah terlanjur lumpuh. Ga bisa bergerak, buat nyari tempat pulang. Bagi gua, lu rumah Nay. Meski lu rumah yang mungkin belum siap dihuni, gapapa. Gua tetep anggap lu sebagai rumah." "Lu ga boleh biarin hati lu lumpuh Mas. Hati lu harus tetep bergerak, berusaha mencari Rumah terbaik untuk lu pulang. Gua cuman takut, saat nanti lu masih nganggep gua rumah lu, dan lu mencari jalan pulang, ternyata gua udah di huni, Gua udah jadi rumah yang sudah berpemilik." Cover by: Pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines