Carla

Carla

  • WpView
    Reads 172
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Mar 28, 2023
"Hidup itu tentang perjalanan, dan disetiap perjalanan pasti ada rintangan, dan disetiap rintangan pasti ada jalan keluar." ucap Carla. "Hm.... Kalo mau nangis nangis aja!" ucap Alfa sembari menepuk bahu Carla. "Apa yang mesti gue tangisin? Gue cukup bahagia punya Lo yang selalu ada saat gue butuh sandaran. Makasih ya Al!" ucap Carla. Yah.... Seperti itu kira kira
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TELUK BERLABUH
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Harapan Dandelion yang Rapuh
  • Bulan Dan Bintang
  • RINDU DI PENGHUJUNG SENJA
  • THE CLIMB [Completed]
  • TRANSMIGRASI: Kalpasastra
  • Titik Terbaik | END
  • Soft After Storm
  • Sefrekuensi {ON GOING}

Katharina jatuh cinta tanpa rencana, pada seseorang yang bahkan tak pernah memintanya untuk tinggal. Jarrel hadir sebagai perasaan yang tak semestinya, dingin, jauh, dan terikat pada hati orang lain. Katharina memilih mencintai dalam diam. Menyukai tanpa berharap, menunggu tanpa menuntut. Sementara di sekelilingnya, Javier, teman yang selalu ada, menawarkan rasa yang aman, stabil, dan penuh kesabaran. Ia mencintai Katharina dengan langkah pelan, terlalu pelan untuk mengejar hati yang sudah berlari ke arah lain. Ketika pengkhianatan merobohkan dunia Jarrel, ia tak langsung jatuh pada Katharina. Ia hanya berhenti menolak. Dari jarak yang perlahan menipis, dari luka yang belum sembuh, kedekatan mereka tumbuh, rapuh namun nyata. Javier melihat semuanya. Ia tahu Katharina tak pernah benar-benar menoleh padanya. Maka ia memilih cinta yang paling sunyi, melepaskan. Bukan karena tak ingin berjuang, tetapi karena mencintai berarti tak memaksa seseorang tinggal. Dan ketika Jarrel akhirnya menoleh pada Katharina, pertanyaannya bukan lagi tentang siapa yang paling mencintai... melainkan siapa yang akan lebih dulu terluka. Inspired by the author's own experiences.

More details
WpActionLinkContent Guidelines