Haru-Haru for (Hope)

Haru-Haru for (Hope)

  • WpView
    Reads 951
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 27, 2024
WpInfo
Fanfic
BTS
Satu jam setelah acara makan malam yang menegangkan, dengan rasa percaya diri Jungkook menurunkan jas hitam dia pakai di depan seorang dosen jenius di depannya. Tak lebih dari sekedar tatapan heran, begitu kagetnya seorang Yoongi ketika baris sayatan dan juga luka lebam itu diciptakan dari serpihan tajam. Jungkook tak butuh rasa iba, dia hanya butuh seseorang mempercayai kalau dirinya tidak bohong soal masalah ini. Dimana dia, berusaha menutupi masalahnya. Namun, satu manusia terlalu kepo akan kehidupannya. "Siapa yang melakukan ini padamu?" Raut wajah Yoongi tercipta, melihat satu senyum getir Jungkook yang terulas setelah lima belas tahun lamanya, kakaknya Yoongi pulang lantaran satu warisan juga ucapan bohong soal dirinya sebagai wali. "Aku akan membunuhnya, balas dendam." Yoongi berkata sekali lagi, membuat satu badan Jungkook kaku dan ngeri. Ini bukan pertanyaan saja melainkan sebuah ancaman besar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • STEP-BOYFRIEND
  • BREATHE
  • a Love for Revenge
  • Me After You
  • Descendant (Sad Story Vkook) [END]✓
  • King of Demigod : Into The New World
  • Jeongmal, Jeoseonghabnida Hyung
  • falling with pretty eyes✅(jikook)
  • Love Scenario

[EBOOK PROJECT - FULL VERSION FOR SALE ONLY] Memiliki tiga kakak tiri-Jeon Seokjin, Jeon Namjoon dan Jeon Jungkook-memang luar biasa. Terlebih lagi mereka tampan dan baik. Sangat menyenangkan. Mereka juga selalu memanjaku. Memberikan apa pun yang kuinginkan. Aku menyayangi mereka semua sama rata. Namun, entah kenapa, semenjak malam itu, aku merasakan hal yang berbeda terhadap Jungkook. Aku mulai merasa bahwa rasa sayang yang kumiliki terhadapnya begitu nyata. Aku mencintainya. Tapi aku tidak tahu harus melakukan apa. Aku tidak bisa memberitahunya, namun aku juga tidak ingin wanita lain untuk mendekatinya. Oh, God, what should I do?

More details
WpActionLinkContent Guidelines