We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Danu-Artha

Danu-Artha

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 1, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Blurb Seorang wanita pendosa, dengan segala keburukannya. Bahkan lelaki manapun hanya ingin bersenang-senang dengannya. Tanpa ingin memiliki seorang istri atau pendamping hidup layaknya dia. Hingga dia bertemu dengan lelaki yang justru bertolak belakang dengannya. Dia, sangat membenci pria itu. Bahkan mengatakan kalau dunia hanya diisi oleh lelaki yang sok suci, itu. Artha ingin mengakhiri hidupnya. Apakah keduanya berjodoh? Bagaimana jadinya jika seorang pendosa yang harus bersatu dengan orang yang ahli dalam ibadah?
All Rights Reserved
#487
hiburan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saujana Sandyakala ~ Completed
  • (BUKAN) WANITA SEMPURNA [TERBIT]
  • Niatku Karena Dia
  • Menjemput Tulang Rusuk
  • Akhtar & Afifa [TAMAT]
  • My Crush Boy Next Door (END) -TAHAP REVISI
  • Takdirku Untukmu (END)
  • PERNAHKAH KAU MENCINTAIKU (END DI WEBNOVEL)
  • The 2nd Story

"Kecil, cengeng, ribet, berisik, penakut lagi,"ucap seorang pria mendengus sebal. Kira-kira begitulah komentar Prawira tentang istrinya. Bukan tentang romansa untuk menggoda. Sayangnya dia mengatakan dengan logika. Begitu risihnya pria itu dengan istrinya. -&- Nilam, gadis muda yang memilih menikah dengan pria dengan perbedaan usia 16 tahun. Banyak orang yang mengatakan dirinya hanya mengejar harta jika adanya perbedaan sejauh itu. Sayangnya pria yang dia nikahi adalah pria sederhana, temperamen dan dingin. Padahal di saat yang sama dia bisa mengubah status kehidupannya begitu bahagia dengan pria seusianya dengan karakter sabar dan lemah lembut. Apalagi secara finansial, jauh lebih baik dari pilihannya. Wira, suami yang dipilih Nilam sama sekali tidak mengandung kelebihan selain cerdas. Pria itu juga tidak romantis apalagi mengerti dengan pola pikirnya. Tapi apa yang dia katakan bukannya pemanis. Karakternya memang temperamen. -&- "Nilam. Pernikahan itu hanya sekali. Dengan menikah kamu menyerahkan seluruh kehidupanmu pada suamimu, sayang. Pria temperamen itu tidak pantas denganmu. Kenapa kamu mencari neraka saat dihadapkan dengan surga?"tanya Ibunya mengusap pelan kepalanya. "Mungkin Nilam terlihat bodoh, Bu. Tapi kalau semuanya berpikir demikian, siapa yang akan bersama dengannya? Nilam ingin menjadi kedamaian baginya saat amarahnya memuncak,"ucap gadis itu tersenyum lebar. -&- "Coba jawab aku, bagaimana aku bisa lupa? Setiap aku melihat diri ku di cermin, aku selalu menatap kedua matanya? Bahkan jika aku mengenal perempuan lain, aku pun melihat dengan kedua matanya. Aku ikhlas. Tapi aku tidak mau durhaka pada istriku karena masih memiliki perempuan lain dalam benakku. Jangan buat aku semakin tenggelam dalam kesalahan, Pram. Jangan kamu pikir aku tidak berusaha untuk membuangnya. Namun apa yang ku dapat? Semakin aku mencoba, perasaan itu semakin tumbuh, Pram,"ucap Wira frustasi. -&- Salam hangat, Aku yang masih mencintainya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines