Life?
  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 5, 2022
Siapa yang akan aku salahkan dalam hidup ku? Apa dunia memang sekejam ini? Jika bukan diri ku, siapa yang akan menolong? Percuma ya aku mengeluh, waktu terus berjalan dan aku tidak bisa menghentikan nya. Menceritakan kisah kehidupan keluarga, pertemanan, cinta seorang perempuan bernama Rima syemaira. Rima yang sejak kecil sudah di perlakukan berbeda dengan saudara-saudara kandung nya oleh ibu nya. Rima yang sejak kecil sudah terbiasa hidup tanpa ibu. Rima yang sejak kecil berfikir untuk menghasilkan uang sendiri untuk hidup nya. Ia tidak pernah percaya akan kasih sayang, karena ibu nya. Rima yang sudah meranjak dewasa memutuskan untuk tinggal bersama nenek nya, karena perlakuan jahat ibu nya, setelah tidak tinggal bersama ibu nya Rima bebas melakukan kegiatan nya tanpa di omeli ibu nya, di mata ibu nya yang ia lakukan selalu salah. Pertemanan Rima yang benar benar membuat Rima bahagia, sejak ia SMP siklus pertemanan nya berubah, ia menganggap semua orang menerima nya, berbeda dengan teman SD nya yang mengganggap Rima perempuan jelek, bodoh dan pendek. Karena keadaan ekonomi sejak lulus SMP ia memutuskan untuk tidak melanjutkan ke SMK, karena ia berfikir untuk mencari uang sendiri dan menemukan cinta nya. Setelah ia menemukan cinta nya ia tidak pernah bahagia atas pernikahan nya, suami nya yang penjudi, penipu, pemain perempuan membuat nya hampir gila. Bagi nya kehidupan adalah hal yang paling menjijikan, mengapa yang ia lakukan selalu salah, mati rasa yang ia rasakan setelah bertahun tahun ia hidup. Hati nya merasa kosong, jiwa nya merasa sepi. Apakah Rima bisa melewati itu semua? Bagaimana keadaan mental dan fisik nya? Bagaimana ceritanya bisa seperti itu? Siapkan tisuue ya..
All Rights Reserved
#127
hidupku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • Bucin Ala Al [END]
  • Hati yang Membingungkan
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Rindro (SELESAI)
  • SYAKIRA how are you?
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Resiko

Alana Refasya adalah perempuan yang nyaris tak tersentuh, elegan, mandiri, dan dihormati di dunia mode. Di usia 32 tahun, namanya bukan sekadar label, melainkan simbol eksklusivitas yang bertengger di puncak industri. Setiap gaun rancangannya bukan hanya sekadar pakaian, melainkan seni yang membingkai keanggunan. Sosialita, selebritas, bahkan bangsawan berlomba mengenakan karyanya. Wajahnya menghiasi layar-layar raksasa di kota besar, terpampang dalam cahaya gemerlap yang menciptakan ilusi kesempurnaan. Namun, kesempurnaan adalah fatamorgana yang mudah runtuh saat berhadapan dengan kenyataan. Pernikahan dengan Erland Addison membawanya ke dunia yang tak pernah ia kenal sebelumnya, sebuah rumah yang megah, tetapi kehilangan makna sebagai tempat berpulang. Ada sesuatu yang salah di rumah ini. Mereka yang tinggal di dalamnya terlalu terbiasa untuk merasa tidak dicintai. Terlalu lama mengandalkan satu sama lain tanpa pernah benar-benar percaya bahwa mereka tetap membutuhkan sosok ibu atau pasangan hidup. Dan saat itu juga, kenyataan menghantam Alana dengan keras. Keluarga ini telah porak-poranda dalam genggaman perempuan yang seharusnya menjadi tempat pulang mereka. Hancur begitu saja. Mengikis keyakinan bahwa mereka pantas dan layak dicintai. Luka-luka lama mengakar begitu dalam, kepercayaan telah lenyap, dan di dalam rumah ini, rumah yang seharusnya menjadi tempat kembali-tidak ada ruang bagi siapa pun yang mencoba masuk. Anak-anak itu menatapnya dengan sorot mata waspada, seakan menunggu saat ia melakukan kesalahan. Mereka tidak butuh ibu baru. Mereka tak ingin percaya lagi. Dan Alana pun sadar... perjalanannya baru saja dimulai. Karena ia tahu, membangun rumah bukan sekadar memiliki dinding dan atap. Bahwa memenangkan hati tidak sesederhana merancang gaun yang sempurna. Dan di tempat ini, di antara hati yang telah lama kehilangan kepercayaan, ia mengerti satu hal, sekadar usaha tidak akan pernah cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines