When Tomorrow Won't Come [ ON GOING ]

When Tomorrow Won't Come [ ON GOING ]

  • WpView
    LECTURAS 136
  • WpVote
    Votos 21
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, abr 4, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
Kayra, seorang penulis muda yang tengah berada di puncak karirnya, merasa hidupnya sempurna. Novel-novel best-sellernya menginspirasi banyak orang, dan ia memiliki semua yang diinginkan seorang penulis: ketenaran, kekayaan, dan pengakuan. Namun, kebahagiaan itu tak bertahan lama. Di tengah perjalanan karirnya yang gemilang, Kayra didiagnosis mengidap kanker otak stadium 3, sebuah penyakit yang merenggut harapan dan mimpinya. Pada awalnya, Kayra merasa dunia seolah runtuh. Setiap langkah yang ia ambil kini terasa lebih berat, dan setiap detik diisi dengan rasa takut dan kecemasan. Perjalanan kemoterapi yang melelahkan, serta efek samping yang semakin menggerogoti tubuh dan pikirannya, membuat Kayra merasa seperti kehilangan kendali atas hidupnya. Di saat yang paling suram, Kayra bertemu dengan orang-orang yang juga menghadapi ujian berat dalam hidup mereka. "When Tomorrow Won't Come" bukan hanya tentang perjuangan melawan penyakit, tetapi juga tentang menemukan harapan di tempat yang paling tidak terduga, serta belajar untuk melepaskan dan menerima kenyataan. Sebuah kisah tentang hidup, cinta, dan keberanian untuk melangkah meski waktu terasa semakin terbatas. Selamat membaca!
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • PERIHAL MENGIKHLASKAN
  • Casela (Tidak Lanjut)
  • Mencintai Dalam Diam
  • Cahaya [COMPLETED]
  • Padamu kupercaya
  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • Doctor's Angel
  • Satu Hati, Dua Generasi
  • CODE 17
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?

Tak ada hal yang harus Carla tolak jika dia datang kembali. Walau sudah berulang kali perjuangannya tidak dihargai. Jika dia menolak. Mungkin itu adalah hal paling bodoh selama 3 tahun ini dia perjuangkan dan menunggu. Laki-laki itu datang tanpa keberanian. Hanya dengan rangkaian bunga sebagai sosok dirinya dan selembar kertas sebagai mulutnya. Betapa bahagia Carla. Tuhan baik kepadanya setelah kenyataan mengikhlaskan kedua orangtuanya untuk pergi selama-lamanya. Laki-laki yang dia cintai selama ini, kini selalu bersamanya. Menggantikan sosok kedua orangtua. Walau memang tak sepenuhnya. Namun jika dia mendapat pilihan. Pertama, kehilangan kedua orangtua tetapi apa yang telah ditunggu datang. Kedua, orang yang telah ditunggu-tunggu tidak pernah datang, namun sosok kedua orangtua ada selalu untuknya. Tanpa berpikir dua kali, dia akan memilih yang pertama. Namun apa boleh buat, jika takdir berkata lain. Ketika dia harus menerima kenyataan kedua. Semua itu terjadi. Carla memutuskan untuk hidup sebatang kara. Ketimbang dia ikut dengan abang dan adiknya. Dia lebih senang di Indonesia walau sendiri. Karena hanya rumah yang ditempatinya kini pernah merasakan kekeluargaan. Takdir berjalan lagi lebih cepat. Tuhan mengambil semua miliknya. Orang yang dia sayang dan begitupun dengan ingatannya. Semua begitu cepat berubah hanya dalam waktu beberapa bulan. Semua kehidupannya berubah. Kini dia tinggal bersama keluarga kecilnya. Selalu ada kebahagiaan dibalik kesedihan yang mendalam. Dengan hadirnya seseorang yang begitu cepat mencintai Carla dengan sepenuh tanpa dia sadari. Namun marahnya tak bisa dia kendali saat tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi kurang lebih 1 tahunn lalu. Betapa pahit rasanya mengetahui apa yang terjadi. Kemarahan itu Carla lampiaskan kepada semuanya. Keluarga keciln dan orang yang sepenuh hati membantunya untuk sembuh dan berusaha membahagiakannya. Sampai akhirnya kesadaran dia rasakan. Setelah kehilangan itu terjadi. Namun Tuhan ................

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido