As Simple As That

As Simple As That

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Fri, Jul 29, 2022
Sering kali meratapi apa yang selanjutkan akan terjadi, yang lalu masih menjadi ingatan yang tajam dan kelam, yang akan datang masih menjadi bayang-bayang, akankah itu sebuah kenyataan indah atau hanya akan ditelan dalam-dalam. Sebenarnya ini tergantung pola pikir atau tergantung perjuangan? Bukankah pikir yang jelas tanpa diwujudkan dengan nyata dan sungguh-sungguh itu percuma?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gelembung Waktu (END)
  • Karena Kamu Rumahnya
  • • KECEWA ~
  • Evanescent
  • CATATAN HARIANKU
  • kita dan waktu. [End]
  • Quant (On Going)
  • ASRAR|
  • Bentangan Payung Biru

Heran, ketika melihat teman-temanku memulai pertengkaran perihal ibadah. Padahal hubungan kami awalnya baik-baik saja. Entah pikiran negatif apa yang membuatku berpikir, andaikan tidak ada perbedaan yang menjadi biang pertikaian, terutama agama. Namun, aku tidak tahu bahwa hukuman karena membiarkan pertengkaran mereka adalah harus berurusan dengan Bayangan hitam tanpa tubuh yang terus mengikutiku dan ternyata hanya aku saja yang bisa melihatnya. Tak cukup sampai di sana, Bayangan itu melemparku ke tempat yang belum pernah ku lihat sebelumnya, tempat "kedamaian sejati" berada. ---- Covernya Islami? Yups, ini genre spiritual psikologi. Namun yang membedakannya adalah cerita ini penuh fantasi dan sub genre fiksi ilmiah. Emang bisa? Apa sih yang gak bisa di dunia tulis menulis ^^?

More details
WpActionLinkContent Guidelines