INI BUKAN MAUKU!

INI BUKAN MAUKU!

  • WpView
    Reads 6,119
  • WpVote
    Votes 418
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 11, 2022
Mampir, yuk! ceritanya menarik, loh. Cerita ini mengandung bawang (kalo aku berhasil membuat kalian masuk kedalam cerita ini) "Bapak tanya sekali lagi, siapa pemilik benda ini?" Hasim menunjukkan benda pipih bergaris dua di tangannya. Gadis itu menangis, lalu berlutut di depan Sang Bapak. "Maaf'kan Sabina, Pak." Wanita itu terus menangis memohon ampun dari Hasim. "Apa kamu tahu? Kamu sudah melempar kotoran pada wajah Bapak!" wanita separuh baya yang menyaksikan itu tak bisa berkata ataupun membela putri semata wayangnya. Ia hanya bisa menangis dan tak percaya dengan apa yang telah dilakukan oleh putrinya. "Siapa Ayah dari anak ini, Sabina?" gadis itu menggeleng pelan. Wajahnya tertunduk tak berani menatap hasim yang wajahnya bergitu menyeramkan saat amarah menguasainya. Langkah seorang pria berjalan memasuki ruangan keluarga di rumah tersebut. "Ada apa ini?" "Salman, adikmu sudah mencoreng nama baik keluarga kita!" jawab pria yang masih terkuasi oleh amarahnya. "Mencoreng bagaimana maksud, Bapak?" alis Salman mengernyit. Lalu, tangannya meraih benda pipih yang diberikan oleh Hasim. "Apa ini, Sabina? Kenapa kamu bisa berbuat seperti ini?" "Maaf'kan Sabina, Bang," lirih gadis itu. Hatinya begitu hancur saat semua orang yang Ia sayangi begitu kecewa terhadap dirinya. "Tidak bisa dimaaf'kan." Hasim menarik tangan Sabina dengan kasar. "Cepat berdiri! Kamu tak pantas berada di rumah ini!" pria tua itu mencoba membawa Sabina keluar dari rumahnya. "Bapak!" pria itu memberhentikan langkahnya saat istrinya berseru padanya. "Sabina sedang hamil. Apakah Bapak tega mengusir Sabina dari rumah ini?"
All Rights Reserved
#417
hamil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naomi Life's Story
  • TERIMAKASIH SUDAH BERTAHAN -  REUPLOAD
  • Berlian Kagastra
  • HAGA : Becoming the Father of the Villain Twins
  • Pulang Tanpa Arah
  • Akulah Istri Sahnya
  • My Home ✔ (KARYAKARSA)
  • Cahaya cinta Terakhir [On Going]
  • Kami Tumbuh Dari Ledakan

Terlihat seorang gadis yang meringukkan badannya di balik selimut tebal, bahunya bergetar hebat dia menangisi perbuatannya,dan temannya malam itu. "Ibu,ayah maafin Naomi ya, Naomi gagal jadi anak yg bisa membanggakan kalian, hiks..." "Bang Leo,bang Saka maafin Cilla hiks, gak bisa jaga diri maafin cilla hiks..." Ucap gadis itu sambil memegangi perut datarnya,dimana terdapat janin hasil percintaan semalam dengan cowok brengsek di sekolahnya. Walaupun keluarganya teramat kejam padanya,tapi ia tetap menganggap mereka keluarga. "Dedek,kalian yang kuat ya, bunda bakalan jagain kalian,bunda gak bakalan ngebunuh kalian. Kita berjuang bareng bareng ya dek" Ucap Naomi sembari mengelus perut ratanya Gadis itu bingung,ralat wanita itu bingung harus memberi tahu temannya yang telah merebut mahkotanya atas darah dagingnya yang tengah tumbuh di rahimnya,atau diam dan pergi dari semua orang terdekat. Inilah kisah mereka... """"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""" Dilarang keras buat para plagiat!

More details
WpActionLinkContent Guidelines