INI BUKAN MAUKU!

INI BUKAN MAUKU!

  • WpView
    Lecturas 6,256
  • WpVote
    Votos 419
  • WpPart
    Partes 11
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, jun 11, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
Mampir, yuk! ceritanya menarik, loh. Cerita ini mengandung bawang (kalo aku berhasil membuat kalian masuk kedalam cerita ini) "Bapak tanya sekali lagi, siapa pemilik benda ini?" Hasim menunjukkan benda pipih bergaris dua di tangannya. Gadis itu menangis, lalu berlutut di depan Sang Bapak. "Maaf'kan Sabina, Pak." Wanita itu terus menangis memohon ampun dari Hasim. "Apa kamu tahu? Kamu sudah melempar kotoran pada wajah Bapak!" wanita separuh baya yang menyaksikan itu tak bisa berkata ataupun membela putri semata wayangnya. Ia hanya bisa menangis dan tak percaya dengan apa yang telah dilakukan oleh putrinya. "Siapa Ayah dari anak ini, Sabina?" gadis itu menggeleng pelan. Wajahnya tertunduk tak berani menatap hasim yang wajahnya bergitu menyeramkan saat amarah menguasainya. Langkah seorang pria berjalan memasuki ruangan keluarga di rumah tersebut. "Ada apa ini?" "Salman, adikmu sudah mencoreng nama baik keluarga kita!" jawab pria yang masih terkuasi oleh amarahnya. "Mencoreng bagaimana maksud, Bapak?" alis Salman mengernyit. Lalu, tangannya meraih benda pipih yang diberikan oleh Hasim. "Apa ini, Sabina? Kenapa kamu bisa berbuat seperti ini?" "Maaf'kan Sabina, Bang," lirih gadis itu. Hatinya begitu hancur saat semua orang yang Ia sayangi begitu kecewa terhadap dirinya. "Tidak bisa dimaaf'kan." Hasim menarik tangan Sabina dengan kasar. "Cepat berdiri! Kamu tak pantas berada di rumah ini!" pria tua itu mencoba membawa Sabina keluar dari rumahnya. "Bapak!" pria itu memberhentikan langkahnya saat istrinya berseru padanya. "Sabina sedang hamil. Apakah Bapak tega mengusir Sabina dari rumah ini?"
Todos los derechos reservados
#8
dramarumahtangga
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SAYANG
  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • TERIMAKASIH SUDAH BERTAHAN -  REUPLOAD
  • Naomi Life's Story
  • OUR FAMILY [SJY&KMJ]
  • Cahaya cinta Terakhir [On Going]
  • Legatha [END]
  • EPHEMERAL PRINCESS {END} ✓
  • Berlian Kagastra
SAYANG

"AAAAAAA," teriak ibu-ibu. "Apa itu hyung?" tanya Liya. Hyung bergegas menghampiri jeritan tadi, dan ternyata ada mayat yang sudah terlntar diatas aspal. "Permisi," ucap Liya. "Tolong panggil ambulan," teriak hyung. Liya menghubungi perawat Kio dan langsung bergegas kelokasi korban. dirumah sakit "Itu mamah aku hyung," ucap Liya. Hyung terdiam karena tau itu mamahnya, Liya lemas dan duduk, Liya mengeluarkan air mata perlahan-lahan, hyung pun memeluk Liya yang sedang sedih peninggalan Rinda. "Dokter Xim ini ada kertas dari kantong korban," ucap perawat Kio. Perawat Kio memeluk Liya karena Liya masih menangis sesak, hyung melihat isi tulisan dikantong korban, dan ternyata tulisn itu untuk Liya. "Liya, baca ini" ucap hyung. tulisan "Sayang Liya, maafin mamah, mamah ingin memberi kamu surat ini mama baru sadar, mamah sudah berlebihan, mamah punya pacar saat mamah belum menikah, dan saat orang tua mamah menjodohkan mamah dengan tetangga, nah jadilah papah kamu, mamah sama papah suka berantem karena mamah selalu ketahuan kalau mamah punya pacar, papah kamu bilang mamah selingkuh dan memukuli mamah, mamah tau mamah salah dan sekarang papah kamu bukan meninggal tetpi papah kamu pergi menghilang gak tau kemana, pacar mamah sangat tidak suka sama Liya jadi berhati-hatilah dengan Andi, dia namanya andi, tolong dokter Xim saya minta tolong jaga Liya jangan sampai Liya disentuh oleh Andi. Dari mamah/Rinda." Liya saat membaca tulisan itu Liya malah nangis kejar dan memukuli dadanya, tetapi hyung menahan tangan Liya untuk berhenti memukuli dadanya. "Lepasin hyung," ucap Liya. "Kamu boleh nangis tapi jangan menyiksa diri kamu, ini bukan salah kamu dan kamu jangan memukuli dada kamu yang gak bersalah," ucap hyung. Hyung memeluk Liya dan menenangkan Liya, dari kejauhan perawat Ani melihat Liya dan hyung berpelukan, Ani sangat tidak suka hyung dekat dengan cewek lain kecuali dia. "Gua akan membuat lu nyesal Liya," ucap perawt Ani.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido