Perfect Secretary

Perfect Secretary

  • WpView
    Reads 803,209
  • WpVote
    Votes 23,464
  • WpPart
    Parts 57
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 18, 2024
Rabecca merupakan seorang sekretaris yang perfeksionis. Semua pekerjaannya diselesaikan tepat waktu. Selama bekerja dengan atasannya dia tidak pernah bermasalah namun, saat atasannya berganti beberapa masalah datang bergantian padanya. meski begitu Rabecca dengan cepat mempelajari sifat-sifat atasan barunya hingga dia dapat memenuhi permintaan bos barunya tanpa diminta terlebih dahulu. Damian O'Ryan merupakan bos baru Rabecca, pria dingin yang tidak suka bekerja dengan wanita namun, karena ayahnya dia terpaksa bekerja dengan Rabecca akan tetapi dia melakukan segala macam cara untuk membuat Rabecca keluar dari perusahaannya. Apakah Damian akan berhasil dengan rencanaya atau berakhir tertarik dengan Rabecca? Cerita ini murni hayalan author, jika ada kesamaan nama dan tempat itu hanya fikif belaka. Enjoy anda happy reading
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hana untuk Hanan
  • WANITA SATU JUTA DOLLAR
  • My Boss Is My Boyfriend ✔
  • The Beauty of Ruin
  • Monster and The Burning Desire [COMPLETE]
  • Senin Sampai Jumat, kita [on going]
  • Arogantsi Reval
  • Jejak yang Tertinggal
  • Sweetest Fall
  • Problematic Boss ✔

Hana, gadis sederhana lulusan S1 Administrasi Perkantoran, sedang berjuang mencari pekerjaan di tengah kerasnya dunia kerja pasca pandemi. Tanpa sengaja, ia melamar ke Addin Corp, sebuah perusahaan besar yang sedang membuka lowongan sekretaris CEO. Yang tidak ia sangka: CEO-nya adalah Hanan, mantan pacar semasa SMA yang kini telah menjelma menjadi pria dingin, sukses, dan sulit ditebak. Dulu mereka berpisah karena kesalahpahaman besar yang tak pernah diselesaikan. Kini, Hana harus bekerja langsung di bawah Hanan. Masa lalu yang belum selesai perlahan-lahan kembali mengusik, membuat batas profesionalitas dan perasaan menjadi kabur. Akankah mereka bisa berdamai dengan luka lama, atau justru kembali terjebak dalam lingkaran rasa yang sama? ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines