Terlelap Dengan Hikmat (End)

Terlelap Dengan Hikmat (End)

  • WpView
    Reads 88
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 25, 2022
"Kerja yang benar, jangan judi mulu, Pak!" ucap ibuku saat tidak sengaja dua sepatu putihku melintasi ruang kamarnya. Seharusnya perkataan itu tidak begitu menusuk indera pendengaran. Jika saja dinding dengan bahan batu bata, berdiri menghangatkan isi keluarga. Ah, andai saja dapat kusulap menjadi istana megah. Mungkin, suara pertengkaran ini tidak akan pernah sampai pada burung-burung di luaran rumah. Sungguh memalukan bagiku, jika terus saja seperti ini. Sekeras apapun aku mencoba, hanya berandai-andailah yang dapat menenangkan pikiranku. Goresan tinta seakan selalu setia, untuk menunggu waktu mewujudkan kisah-kisah fiksi yang selalu berdebat dalam kalbu.
All Rights Reserved
#221
dengan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Real My Family {TAMAT}
  • Mahligai Sunyi
  • Brave Alone
  • SATU HARI (TAHAP REVISI)
  • Salah Target [Unpublish]
  • RAESHA (Revisi)
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • Bumi ; The Hurt
  • Penantian Hujan

"Lo seharusnya sadar, kita itu sudah berbeda dan lo harus tau itu" "Semua orang memang berbeda" "Kita itu nggak bisa bersatu lagi, sudahlah lepaskan gue" "Gue nggak bakal lepasin lo semudah itu" "Jujur, gue merindukan kita, tapi gue juga tau kita itu bagai air dan minyak" "Tapi tanpa keduanya, kita tidak bisa hidup" "Gue, lo, dia, dan mereka, tidak akan bisa menjadi kita" "Tidak ada yang mustahil, kata kata tidak bisa hanya untuk orang gagal" Cover by : pinterest Ikuti kisahnya sampai akhir!. maaf apabila dan kesamaan dari segi apapun, itu semua atas unsur kebetulan dan ketidaksengajaan Mulai : 7 Juli 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines