Terlelap Dengan Hikmat (End)

Terlelap Dengan Hikmat (End)

  • WpView
    Leituras 88
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, mar 25, 2022
"Kerja yang benar, jangan judi mulu, Pak!" ucap ibuku saat tidak sengaja dua sepatu putihku melintasi ruang kamarnya. Seharusnya perkataan itu tidak begitu menusuk indera pendengaran. Jika saja dinding dengan bahan batu bata, berdiri menghangatkan isi keluarga. Ah, andai saja dapat kusulap menjadi istana megah. Mungkin, suara pertengkaran ini tidak akan pernah sampai pada burung-burung di luaran rumah. Sungguh memalukan bagiku, jika terus saja seperti ini. Sekeras apapun aku mencoba, hanya berandai-andailah yang dapat menenangkan pikiranku. Goresan tinta seakan selalu setia, untuk menunggu waktu mewujudkan kisah-kisah fiksi yang selalu berdebat dalam kalbu.
Todos os Direitos Reservados
#221
dengan
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Rahasia Boboiboy Gempa
  • Penantian Hujan
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Couple Youtuber
  • Brave Alone
  • Mahligai Sunyi
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • Young Papa

sejak peristiwa itu terjadi semuanya tak sama semua hanya kenyataan pahit. hitam putih tak ada arti kekosongan ini semakin besar. dibenci adalah gambaran yang tersirat dari wajah mereka tetapi darah lebih kental dari pada air kan tetap tetap saja itu hanya sebuah pepatah yang sering didengar apakah itu benar atau tidak ada yang mengetahui nya. andai waktu dapat di putar kembali ku berharap aku saja yang mati. mungkin ini takdir yang harus ku rasakan dibenci oleh saudara sendiri ternyata menyakitkan. huuu jadi apa yang harus ku lakukan aku sendiri membenci diriku sendiri hahahaha sungguh ironis. andai kematian ku bisa menggantikan kematiannya aku rela menukarkan nyawa tak berguna ini. ternyata berbicara sendiri itu lebih menyenangkan dari pada berbicara dengan orang lain yang hanya menyalahkan diri kita. kehidupan dan kematian kata yang sangat misterius karena tidak semua kematian adalah duka dan tidak semua kehidupan itu kebahagiaan. hahahaha saya kaya orang gila berbicara sendiri huuuu tapi mana ada seseorang yang mau berbicara dengan seorang pembunuh seperti hahahaha dunia ini sungguh jenaka hahahah

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo