STRANGERS

STRANGERS

  • WpView
    Lecturas 2,809
  • WpVote
    Votos 1,367
  • WpPart
    Partes 21
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, dic 20, 2023
WpInfo
Ficción
Romance
"Sekarang, aku mau jalani hidup sesuai takdir aja. Ngga mau berharap lebih sama dunia. Soalnya, udah dibikin jatuh berkali-kali sama ekspetasi sendiri." Rifki melirik sesaat, mencerna kalimat yang tidak pernah ia pikir akan keluar dari mulut Nadila. Si paling menyembunyikan segalanya itu sedang mengungkapkan kalimat penuh makna? Diluar ekspetasi Rifki. Ya, sudah, biarkan saja. Rifki juga sependapat dengan apa yang Nadila ucapkan tadi. "Kamu udah banyak melewati masa-masa sulit?" Nadila mengangguk diiringi senyuman, "Semua orang pasti pernah." Rifki setuju. Mungkin, hanya bayi saja yang tidak akan merasakan apa itu yang namanya masa sulit. Mereka hanya akan paham pada dunianya yang sangat amat polos. Mereka akan merasa sulit jika orang tuanya yang sedang kesulitan, bayi sangat pintar memahami hati orang tuanya. "Selamat, kamu berhasil melewati semua itu," kata Rifki penuh cinta, tetapi terasa menyakitkan bagi Nadila. "Di depan nanti, akan ada banyak hal lagi yang bakal dilalui. Tapi, sekarang kamu lewatinya sama aku, Ngga sendirian."
Todos los derechos reservados
#419
virtual
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Di Balik Bayang Asa
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • Mysterious Girl
  • Maina & Maxim
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Coretan Tangan Naira
  • VALERIE : NOT AYUNA [ rombak Ulang ]
  • A Symphony of life
  • Perjalanan Cintaku...

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido