Hai Aroi!!

Hai Aroi!!

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 27, 2025
Ayirra aneisha biasa dipanggil Aya, seorang perempuan yang berparas cantik bak bidadari dan berhati mulia. Semua siswa SMA Kartini mengenal ia karena berparas cantik dan menjadi siswi yang berprestasi. Walaupun ia secantik bidadari tetapi ia ditolak mentah-mentah oleh Aroi Albarack, laki-laki yang memiliki paras bak devil dan dingin seperti kulkas seratus pintu di SMA Kartini. *emang ada ya kulkas seratus pintu? athr* "haii aroi, nih aku ada makanan yang tadi aku buat pas mau berangkat ke sekolah, kamu wajib cobain ya!!" sapa Aya sembari memberi kotak makan yang berisi makanan yang telah ia buat. "gue gamau dan ga akan terima, jadi lo ga usah maksa gue buat coba itu, lo kira dengan cara lo yang kayak gini buat gue suka sama lo? nggak ya! asalkan lo tau gue ga akan pernah suka sama cewe modelan kayak lo!" bentak roi yang membuat hati mungil aya menciut. Tidak lama, risa yang sudah sangat kesal dan geram dengan penuturan roi kepada Aya, ia pun maju dan membawa Aya kebelakang punggungnya. "heh lo itu jelek, lo itu harusnya sadar kalau lo disukai Aya, banyak kok cowo yang mau sama Aya cuman sahabat gue ini matanya picek, udah tau lo jelek gitu, ga akan ada cewe yang mau sama cowo yang jahat dan kasar kayak lo roi!!" Kesal risa sahabat sejiwa Aya. "udah raa, aku gapapa kok, makanannya biar aku yang makan aja gapapa, yaudah yuk kita balik ke kelas aja." ucap Aya sambil menyeka air matanya dan menarik tangan risa untuk segera kembali ke kelas. sekian, maaf kalau kurang dapet feel-nya bcs aku masih belajar hehehe :3. 📍Tandai kalau ada typo ya guys, ini second story akuu, semoga suka and ini murni hasil pemikiran aku yang random, tidak ada plagiat atau yang lainnya. 📍Bila ada kesamaan nama tokoh dan tempat harap paham, karena semua terjadi atas ketidaksengajaan dan tidak ada unsur plagiat, ini murni hasil imajinasi aull! Bukan kisah nyata juga!! 📍 Bakalan lanjut ke chap selanjutnya kalau lagi mood dan tunggu waktu yang tepat, awaited!
All Rights Reserved
#169
cowocool
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cheerful Girl [ENDING]
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Mine [SELESAI] ✔
  • East sky first love
  • ALYA
  • DEVIAN [END]
  • Melody Arthadiesa
  • Stay (Away)
  • ALANAALANKA. [ ON GOING]
  • Kelas A [End]

[UDAH ENDING] PART-NYA BANYAK, TAROH AJA DI READING LIST KALIAN PROLOG Alya menghampiri keluarganya yang sudah duduk manis untuk melakukan makan malam. Disana ada mama, papa, serta kakak laki-lakinya. Makan malam sudah terlaksana. Alya pun memberanikan diri memberi selembar surat pada mamanya. "Surat apa ini?" semua mata tertuju pada selembar surat itu. Mamanya pun membacanya dengan seksama. "Surat peringatan?!" tanya mama dengan nada meninggi "Hm" jawab Alya seadanya. Papa dan kakaknya hanya terdiam. "Kamu abis ngapain di sekolah sampe dikasih surat peringatan?" "Cuma bolos pas pelajaran ke kantin. Terus ketauan guru BK ma" ucapnya sedikit takut namun ini adalah hal yang biasa Alya lakukan ketika membolos. Saking seringnya sampai ia diberi surat peringatan. "Astaga. Cuma?! " mamanya masih tak abis pikir dengan anak perempuannya yang satu ini. "Gak papa. Masa SMA gak boleh terlalu polos. Nakal, yang penting masih pintar" papanya berusaha membela Alya. "Papa ini apaan sih? Alya itu perempuan " mamanya masih berargumen. Kakaknya tak menghiraukan adiknya yang sedang diserang. "Tau, tapi apa perempuan gak boleh nakal dan menikmati masa SMA? Alya itu keturunan papa nakalnya. Kalo Bang Rio tuh kaya mama yang kutu buku" Alya terkekeh mendengar pernyataan papanya. "Sip pah. Aku kan cerdas. Senakal apa pun pasti bakal pinter walaupun gak belajar " Alya menunjukan deretan giginya. Kakaknya pun kini berbicara "Awas aja kalo lo ketauan belajar!!" "Oke siapa takut. Abang itu pinter bukan cerdas kaya aku" belanya sendiri. "Apaan sih, bang kamu gak boleh bilang gitu sama adek. Kamu juga dek, kamu harus tetep belajar" mama menengahi adu mulut mereka. Semenjak itu lah Alya semakin menjadi jadi dalam menikmati masa remajanya. Hanya sekedar nakal sebagai siswa. Tak lebih dari itu. Baca kisah selanjutnya!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines