Feels Like Pygmalion

Feels Like Pygmalion

  • WpView
    LECTURAS 819
  • WpVote
    Votos 118
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, dic 5, 2023
Seseorang yang melihat adanya kekurangan dalam diri orang lain ketika ia ingin merasakan cinta. Akhirnya ia pun memutuskan untuk 'menciptakan' sesuatu yang sempurna untuk dicintainya. 'Karyanya' selalu berhasil dan indah, kini ia 'menciptakan' seseorang yang pas untuk dicintainya. Cantik, jelita nan anggun. Ia juga gagal, karena 'ciptaanya' yang satu ini hanyalah sebuah Patung. Tidak dapat hidup dan hanya benda mati. Pygmalion hanya bisa memandang sendu pada patung buatannya yang cantik namun tidak bisa hidup. Ia pun akhirnya berdoa pada sang Dewi untuk membuat patungnya hidup agar mereka hidup bersama. ***** Pygmalion, kisahnya telah tertelan manis selama ratusan tahun lamanya. Dan 'Dia' hanyut dalam kegemarannya sehingga merasakan hal serupa dengan Pygmalion, yaitu mencintai suatu karya buatannya sendiri. Dengan 'ciptaannya yang berbeda'. **** "Hah.." Peluh bercucuran didahi saat ia terbangun dari alam mimpinya. Napasnya terengah, mimpi yang gila dan aneh hingga membuat detak jantungnya menggila tak karuan. Ia pun akhirnya kembali berbaring, menarik selimutnya dan mencoba tidur kembali. Di perbatasan alam mimpi dan alam sadar, dia merasakan usapan lembut pada kepala, tak lama ia juga merasakan sesuatu berbaring dan sepasang tangan yang merengkuh tubuhnya. "Berhenti!" Ia kembali terbangun, menatap sekeliling kamar redup yang tidak ada siapapun selain dirinya dan seekor kucing. Kembali ia berbaring dan mengambil kucingnya untuk disimpan dan dipeluk, ia mencoba kembali melihat dengan pandangan ngantuk pada keadaan kamar miliknya yang tidak terdapat apapun. Setelah orang itu tertidur pulas sembari memeluk kucing, seseorang yang memperhatikannya dalam diam kini mendekat. "Halo kucing manis.." Sapanya pada seekor kucing yang tengah dipeluk. "..dan hallo, kamu sang pemilik manis."
Todos los derechos reservados
#1
ivander
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Di Balik Bayang Asa
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Love In The World Of Fiction
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • Journey Of Diara -  Beautiful Patience Is Struggle For Jannah -
  • Alicia Stories : In Another World
  • The Midnight Bride [TAMAT]

Di balik senyumnya, ada luka yang tak terlihat. Di balik tatapan kosongnya, ada cerita yang tak pernah ia bagikan. 𝗔𝘀𝗮𝗹𝘂𝗻𝗵𝗮𝗿𝗮 𝗔𝘁𝗵𝗲𝗮 𝗗𝗲𝘃𝗮𝗿𝗮-gadis yang terbiasa hidup dalam bayang-bayang, menciptakan dinding tinggi agar dunia tak menyentuhnya terlalu dalam. Baginya, hidup bukan tentang bahagia. Hidup adalah tentang bertahan, menelan pilu yang terus menggerogoti, dan tetap berdiri meski hatinya hancur berkali-kali. Ia lelah, tapi tak ada tempat untuk menyerah. Sampai seseorang datang, menawarkan sesuatu yang tak pernah ia percaya-kehangatan. Namun, apakah hangat itu nyata? Ataukah hanya ilusi yang akan menghilang begitu saja, seperti embun di pagi hari? Ketika masa lalu kembali mengetuk, ketika luka lama kembali terbuka, dan ketika rahasia mulai terkuak-Asa harus memilih. Bertahan dalam gelap yang telah lama menjadi rumahnya, atau mengambil risiko untuk mencari cahaya. °•°•°•°•° Tapi... bagaimana jika cahaya itu juga menyakitkan? Dalam mimpinya, suara itu datang. "Kenapa kamu nangis?" tanya pemuda itu. "Semua orang sama saja. Mereka tidak peduli," jawabnya dengan air mata mengalir. "Coba ceritakan. Mungkin aku bisa membantu," ajaknya. "Gak ada yang bisa membantu. Hidup ini penuh luka," keluhnya. "Luka itu ada, tapi kamu tak sendiri. Kamu punya kekuatan lebih dari yang kamu sadari." Terdiam "Kekuatan untuk apa? Untuk merasakan sakit lebih dalam?"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido