Feels Like Pygmalion

Feels Like Pygmalion

  • WpView
    Reads 835
  • WpVote
    Votes 122
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 5, 2023
Seseorang yang melihat adanya kekurangan dalam diri orang lain ketika ia ingin merasakan cinta. Akhirnya ia pun memutuskan untuk 'menciptakan' sesuatu yang sempurna untuk dicintainya. 'Karyanya' selalu berhasil dan indah, kini ia 'menciptakan' seseorang yang pas untuk dicintainya. Cantik, jelita nan anggun. Ia juga gagal, karena 'ciptaanya' yang satu ini hanyalah sebuah Patung. Tidak dapat hidup dan hanya benda mati. Pygmalion hanya bisa memandang sendu pada patung buatannya yang cantik namun tidak bisa hidup. Ia pun akhirnya berdoa pada sang Dewi untuk membuat patungnya hidup agar mereka hidup bersama. ***** Pygmalion, kisahnya telah tertelan manis selama ratusan tahun lamanya. Dan 'Dia' hanyut dalam kegemarannya sehingga merasakan hal serupa dengan Pygmalion, yaitu mencintai suatu karya buatannya sendiri. Dengan 'ciptaannya yang berbeda'. **** "Hah.." Peluh bercucuran didahi saat ia terbangun dari alam mimpinya. Napasnya terengah, mimpi yang gila dan aneh hingga membuat detak jantungnya menggila tak karuan. Ia pun akhirnya kembali berbaring, menarik selimutnya dan mencoba tidur kembali. Di perbatasan alam mimpi dan alam sadar, dia merasakan usapan lembut pada kepala, tak lama ia juga merasakan sesuatu berbaring dan sepasang tangan yang merengkuh tubuhnya. "Berhenti!" Ia kembali terbangun, menatap sekeliling kamar redup yang tidak ada siapapun selain dirinya dan seekor kucing. Kembali ia berbaring dan mengambil kucingnya untuk disimpan dan dipeluk, ia mencoba kembali melihat dengan pandangan ngantuk pada keadaan kamar miliknya yang tidak terdapat apapun. Setelah orang itu tertidur pulas sembari memeluk kucing, seseorang yang memperhatikannya dalam diam kini mendekat. "Halo kucing manis.." Sapanya pada seekor kucing yang tengah dipeluk. "..dan hallo, kamu sang pemilik manis."
All Rights Reserved
#121
khayalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pangeran Kegelapan
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Di Balik Bayang Asa
  • The Dark Side(END)
  • Good Doctor
  • Mahligai Sunyi
  • Puing luka

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines