Duren Mateng

Duren Mateng

  • WpView
    Reads 520,855
  • WpVote
    Votes 24,577
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 1, 2023
"Saya perhatikan kalian sangat dekat, Cleva juga sepertinya menyukai kamu." "Ohiya, Pak. Kita mah udah kaya bestie hehe," "Ekhem," dehem Ibrahim. "Kamu sayang sama Cleva?" sambungnya. Mira mengerutkan keningnya, tentu saja ia sangat menyayangi gadis imut itu! "Iya, Pak. Sayang banget saya sama dia, udah saya anggep seperti anak sendiri," jawab Mira. "Bapak juga udah saya anggep seperti suami sendiri hihi." lanjutnya dalam hati. "Saya sudah mempertimbangkan ini matang-matang," "Eh? Mempertimbangkan apa, Pak?" "Menikahi kamu," ungkap Ibrahim datar. DEG. ⚠️CERITA FIKSI ⚠️
All Rights Reserved
#6
suami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jodoh itu, Ketuk Pintu! [TAMAT]
  • Mendadak Nikah [Menikah Dengan Duda] Proses TERBIT
  • Not a dream wedding
  • Marry The Enemy
  • AMORA (Aldama Family seri ke 2) EBOOK
  • Becoming Stepmother [REVISI]
  • Dia (Omku) Suamiku (COMPLETED) SEBAGIAN CHAPTERS DIUNPUBLISH YA
  • Bayi Dosenku 2
  • My Step Daddy | Heeseung [✓]
  • Mendadak Mama (TERBIT)

[1] Dara masih 23 tahun, tetapi kerabat dari ibunya selalu menanyakan kapan dia akan menikah, padahal orang tuanya saja tidak pernah merecoki Dara soal pernikahan atau apapun itu. Kejadian itu bermula di saat arisan keluarga dari pihak ibunya. Sang tante berkata kalau dia akan menjodohkan Dara dengan tetangganya yang berstatus duda anak dua, jelas saja Dara menolak. Sampai akhirnya beberapa hari berlalu, ada seorang pria yang datang ke rumah Dara dan berkata ingin melamar Dara menjadi istrinya. Apakah Dara menerima lamaran itu? Ataukah dia menolak dengan resiko selalu diberi pertanyaan "kapan menikah?" *** "Eh, mau ngapain?!" "Tidurlah. Kenapa? Aku nggak boleh tidur di kasur kamu juga?" "Hehe ... kirain tadi mau apa-apain aku." "Aku capek, mau istirahat. Kamu juga tidur gih!" Beneran tidur? Ini istrinya nggak mau di grepe-grepe dulu gitu? Ah, ya sudahlah. Lebih baik segera tidur. "Yaudah deh, mari kita turu!" *** CERITA TERSEDIA HANYA SAMPAI BAB 10. Untuk bab 11 sampai seterusnya bisa dibaca di platform Karyakarsa

More details
WpActionLinkContent Guidelines