REQUIEM [HYUNJEONG]

REQUIEM [HYUNJEONG]

  • WpView
    Reads 5,164
  • WpVote
    Votes 963
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 11, 2022
WpInfo
Fiction
Fantasy
[END] Setiap makhluk hidup akan mati... Siap atau tidak, hari itu pasti datang. Disaat tiba, kegelapan merangkak keluar celah. Malaikat penghakiman terbang turun dari langit senja. Tidak ada yang bisa menghentikan jika Yang diatas sudah berkehendak. "Apa yang kau lakukan?! Kehidupan masih panjang! Kau akan menanggung dosa jika mencoba bunuh diri!! " "Kau.... bisa melihatku? " "..... Eh? " Tepat dihadapan Jeongin berdiri sosok tinggi dengan sayap hitam membentang lebar, membingkai matahari yang mulai menghilang. Manik rubah membulat, menyadari maksud pertanyaan lawan bicara. Ah. Benar. Tidak ada manusia mempunyai sayap. Lantas mahkluk apa yang ada dihadapannya ini? Cerita hanya fiksi belaka. Semua murni imajinasi dari author.
All Rights Reserved
#464
jeongin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Serasah; Chanmin [ON GOING]
  • The Downfalls ft. Shin Ryujin
  • Destroy Me
  • Alasannya, Dibenci Kehidupan
  • Crazy Life: Another World [END]
  • The Path of Destiny (On Going)
  • Cerita Daun dan Bumi
  • to be or not to be

BUKAN LAPAK BxB! *** (Kata "serasah" berasal dari bahasa Indonesia dan sering digunakan dalam konteks ekologi atau biologi tanah. Secara harfiah, serasah adalah: Tumpukan daun-daun kering, ranting, atau bagian tumbuhan lain yang gugur dan menutupi permukaan tanah di lantai hutan) *** Di balik lebatnya hutan terakhir yang belum tersentuh, manusia datang-bukan untuk berdoa atau berdamai, tapi untuk menyedot apa yang tersisa dari bumi yang nyaris sekarat. Regu Alpha dan Delta, dua dari sekian banyak regu elite yang dikirim, datang dengan semangat teknologi, logistik, dan... kelakuan absurd khas anak lapangan. Mereka bukan tanpa nyali. Tapi yang mereka temui bukan sekadar pohon-pohon tua atau tanah lembab berlumut. Mereka bertemu dua anak-satu berwujud nyata, satu lainnya seperti bayangan yang enggan beranjak pergi. Entah siapa mereka. Entah dari mana. Tapi sejak kemunculan mereka, satu regu penuh ditemukan dalam keadaan mati... dengan tubuh lengkap, tapi jiwa seolah dilucuti. Hutan mulai berbisik. Kabel menjuntai dari atas pohon ke entah apa. Mata menyala dalam kabut. Akar mencengkeram tanah seperti urat nadi makhluk yang terbangun. Regu-regu mulai retak. Bukan hanya karena misteri yang membelit, tapi juga karena tawa, panik, dan pertanyaan yang tak ada jawabannya. "Apakah mereka penjaga hutan, atau hutan itu sendiri?" *** Proyek bersama milik Mas & Nyonya Hwang-sama Tertanda, 28425 *** Yang plagiat, sampai jumpa di akhirat! -Mas Tampan Hwang

More details
WpActionLinkContent Guidelines