DANDELION [SUDAH TERBIT]

DANDELION [SUDAH TERBIT]

  • WpView
    LECTURAS 1,475,635
  • WpVote
    Votos 72,916
  • WpPart
    Partes 63
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, sep 1, 2023
Bahagia? Ceria? Cinta? Apa arti ketiga itu? Harapan? Satu hal yang selalu Aymar pegang. "Dalam kehidupan, harapan selalu ada bagi orang-orang yang hilang arah." -Aymar Putri Jolicia. *** "Ar, aku sakit." "Gak usah lebay! Lo aja yang lemah!" *** "Pah, aku sakit." "Jangan manja, Putri. Kamu udah gede." *** "Kak, aku sakit." "Bisa gak, sih, lo jangan ngeluh terus?!" *** "Mah, aku sakit." "Kamu udah besar. Belajar rawat diri sendiri!" *** "Aymar capek." ________________ Ini kisah Aymar Putri Jolicia. Gadis yang selalu bergantung pada sebuah harapan yang fana. Hidup dalam kesendirian. Memiliki keluarga yang lengkap namun seolah hanya sebatang kara. Tidak diacuhkan oleh keluarga yang dia anggap sebagai tempat mengadu. Hidup dengan sumpah serapah dari orang-orang. Aymar sungguh berpikir hidupnya sangat menyedihkan. *** "Bagiku, keluarga adalah lembah yang amat curam. Sangat dalam hingga aku tidak bisa melihat dasarnya. Begitu terjatuh, hanya akan terasa sakit." - Aymar Putri Jolicia. 🕊️
Todos los derechos reservados
#37
sedih
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Don't Talk About Money
  • The Secret Of Old School
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • RION IS MY MANTAN!
  • DEAR US (SELESAI)
  • F A K E ? [End]
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • goodbye my beloved (Hiatus)
  • ALRIN
  • AURORA

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido