The Waves

The Waves

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 15, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"When anxious, uneasy, and bad thoughts come, I go to the sea, and the sea drowns them out with its great wide sounds, cleanses me with its noise, and imposes a rhythm upon everything in me that is bewildered and confused." -Rainer Maria Rilke "Hatimu seperti lautan, misterius dan gelap." -Bob Dylan -----------, "Seperti laut yang membawa ketenangan jiwa setiap insan yang melihatnya, mencari kesejukannya, dan ketentramannya." -Samudra Djiwa Adiraja "Kuingin seperti laut yang akan selalu menerima keburukan untuk menjadikannya jernih dan biru" -Rr. Kinara Putri Hadiningrat
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksa Amerta
  • LOVE ON THE BRAIN
  • LAUT DAN SENJA || LuRah || (END)
  • Mengabadikan Kala
  • Birulova
  • • EUTANASIA •
  • Little Bygael
  • Sebiru, Sedalam Laut
  • KIARA [END]

"Kamu tahu, sejak kecil aku jatuh hati dengan laut. Laut seperti candu untukku. Tapi sejak kejadian itu, laut menjadi terlihat mengerikan dan penuh dengan misteri. Sehingga aku tidak lagi berani untuk menyelaminya terlalu dalam. Sama kayak kamu. Aku sudah (berhasil) jatuh hati denganmu, namun kini aku hanya bisa sampai di batas wajarku saja. Sebab kamu kembali menjadi misteri buatku." - Ashana Aruna. "Bagaimana jika yang dirindukan adalah orangnya? Bukan kenangannya?" - Aksara Rajendra. "Jika yang bisa kamu rindukan hanyalah seseorang tanpa kenangannya, maka sekarang 'kita' hanyalah fatamorgana yang tak kunjung usai. Sebab tanpa kenangan, 'kita' akan tetap menjadi asing." - Ashana Aruna. Aksara terdiam mendengar perkataan Aruna. Jauh di lubuk hatinya, ia merasa seperti merindukan seseorang. Tapi sayang, sampai sekarang ia masih tidak bisa mengingat siapa orang yang selalu dirindukannya itu. Kecelakaan kapal pesiar yang ia tumpangi setahun yang lalu, membuatnya hilang ingatan. Seperti manusia yang terlahir kembali. Ia berubah 360° bahkan melupakan tunangannya sendiri, Ashana Aruna. Aruna ikut terdiam. Hening beberapa saat. Berada di samping Jean masih terasa hangat seperti dulu. Untuk yang kesekian kalinya, Aruna tidak ingin egois. Ia tidak ingin memaksa Jean untuk mengingatnya, sebab ada perempuan lain yang sekarang juga tengah menanti kepulangan seorang Aksara Rajendra. "Sepertinya semesta memang tidak menginginkan epilog untuk prolog yang telah terjadi antara kita, aku pamit ya Jean." ucap Aruna tersenyum tulus.

More details
WpActionLinkContent Guidelines