Menjadi cantik itu kutukan atau berkat? Orang bilang, wanita cantik selalu beruntung. Tapi bagaimana rasanya menjadi 'Si Cantik' yang tak mengenal persepsi itu? Dan wanita cantik yang tak beruntung itu adalah Audrey. Ia harus menjalani kontrak simbiosis mutualisme dengan Amor dan Christian agar bisa melindungi keluarganya yang hancur di tangan ayah tirinya sendiri. Mengorbankan tubuh dan harga dirinya yang berharga untuk ditukar dengan sesuatu, yaitu keselamatan keluarganya. Harga dirinya bahkan harus tercantum dalam sebuah perjanjian kontrak. Kecantikannya dibayar dan digunakan sebagai alat. Merana dan terluka atas kecantikannya sendiri. Lantas di ujung jalan, Audrey masih harus dihadapkan pada dua kenyataan yang membuat ubun-ubunnya kelewat pening. Pergi sejauh mungkin dan menganggap semua hanya mimpi buruk yang tidak pernah terjadi, atau justru mengambil keuntungan setelah menggadaikan martabatnya sebagai wanita? Sedangkan keuntungan itu adalah cinta. Jadi, kenyataan mana yang harus Audrey pilih?
More details