Sang Peringkat Satu

Sang Peringkat Satu

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 12, 2022
WpInfo
Non-Fiction
Lisya sudah dipaksa kedua orang tuanya untuk belajar dengan keras sejak kecil. Bahkan ia selalu tidak boleh tidur malam dan harus belajar sekalipun tidak ada ujian. Suatu hari, Lisya mendapatkan ranking 2 di kelasnya dan disuruh untuk berbagi tips belajar pada teman temannya. Haruskah ia jujur bagaimana caranya selama ini belajar? Apakah teman temannya akan menhujatnya? Apa kelanjutan ceritanya? Baca cerita ini untuk mengungkap semuanya
All Rights Reserved
#148
schooldrama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imaginary Boyfriend
  • Julian (memang seharusnya) Mati [HIATUS]
  • A Hundred Days Closer [On Going]
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Andara(completed)
  • Windy
  • Langit Dara [End]

Brianna, siswi SMA yang lelah karena status jomlonya kerap kali jadi bahan olok-olokan teman-temannya, merasa terdesak sehingga ia terpaksa menceritakan ciri-ciri pacar khayalannya kepada seluruh kelas. Saat kebohongannya nyaris terungkap, siapa sangka seorang murid laki-laki baru hadir dengan ciri-ciri sama persis dengan yang ia katakan. *** Brianna seorang jomlo akut yang merasa insecure karena ejekan teman-teman sekelasnya. Ejekan itu sangat fatal untuk Brianna yang tidak pernah percaya diri, baik di rumah atau di sekolah. Merasa terdesak, Brinna lalu berbohong dengan mengatakan kalau dirinya sebenarnya punya pacar, ia juga menceritakan ciri-ciri pacarnya secara detail dan mengatakan kalau laki-laki itu akan datang sebagai murid pindahan. Sadar kalau ucapannya hanya akan memperkeruh keadaan, Brianna berniat untuk meluruskan kebohongannya, akan tetapi pada hari yang ditentukan datanglah murid baru bernama Qiar dengan ciri-ciri sama persis! Tapi, kenapa wajahnya babak belur?

More details
WpActionLinkContent Guidelines