RAKARSA

RAKARSA

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 25, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Kamu tahu nggak rasanya... ditunggu seseorang yang nggak pernah bisa kamu peluk lagi?" Arsa tidak percaya cinta bisa menyelamatkan siapa pun. Baginya, cinta cuma cara lain untuk membuat seseorang jatuh dan hancur. Tapi lalu Raka datang. Bukan sebagai penyelamat. Bukan juga pahlawan. Hanya laki-laki biasa yang dengan sabarnya berdiri di depan tembok tinggi milik Arsa... dan tetap mengetuk. "Aku nggak butuh kamu bahagia, Sa. Aku cuma pengen kamu tahu: kamu pantas dicintai, meski kamu ngerasa nggak utuh." Mereka belajar saling menoleh dalam sunyi, mencintai tanpa banyak kata, dan menyakiti tanpa sengaja. Tapi waktu tidak menunggu orang yang terlalu lama saling diam. Ketika kenyataan terlalu berat untuk dihadapi bersama, siapa yang akan memilih bertahan? Dan siapa yang diam-diam menunggu... meski tidak pernah lagi dipanggil namanya? Rakarsa bukan hanya kisah cinta. Ini tentang kehilangan, pengorbanan, dan tentang seseorang yang datang bukan untuk menetap-tapi untuk mengajarkan arti pulang.
All Rights Reserved
#427
secondchance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu [DITERBITKAN]
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines