KIDUNG LEMATANG

KIDUNG LEMATANG

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 12, 2022
Sejuk, damai dan menenangkan. Suara Lematang laksana kidung yang menenangkan. Diantara gemuruh masalah dan pekerjaan yang menghantam. Kidung itu mampu meredam sekaligus menghadirkan nuansa yang selalu dirindukan. Sang Pendamping berjuang menyelesaikan tugas dengan baik. Diantara bayang-bayang masa lalu yang selalu menghantui. Diantara ketakutan yang amat sangat. Diantara bulir-bulir kerinduan yang mengalir deras. Diantara tekanan pekerjaan beruntun tanpa henti. Diantara rengekan wajah-wajah polos memelas peluk hangat. Sang Pendamping tegak berdiri menghalau badai. Walau jiwa remuk redam. Walau hati luluh lantak. Walau asa rapuh berserakan. Sayup sang kidung mampu membuat Sang Pendamping tetap bertahan. Perjuangan harus diakhiri dengan kemenangan. Kisah Palupi Sang Pendamping dalam menuntaskan perjuangannya.
All Rights Reserved
#441
keyakinan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Abyanca || Abyan & Bianca
  • MY BEAUTIFUL MAID
  • Pendekar Dari Pajajaran
  • Dalam Bayangan Ketakutan: Kumpulan Kisah
  • Tentang Pemimpi (Kisah Meraih Beasiswa LPDP)
  • ‹ 𖥔 ࣪ ABHIMANYU'S PRIYA ᥫ᭡
  • O Maahi Re
  • ‹ 𖥔 ࣪ ARJUNA'S PRIYA ᥫ᭡
  • Jovanka dan Abang Kembar

"Jangan harap gue bisa jatuh cinta sama cowok kayak lo, walaupun lo itu suami gue!" tegas Bianca dengan nada penuh penekanan, matanya menatap Abyan tajam. Abyan hanya menyeringai, wajahnya mendekat dengan tatapan yang sulit ditebak. "Oh iya? Tapi gue akan buat lo cinta mati sama gue, baby," bisiknya lembut namun penuh keyakinan. Cup. Sebuah kecupan ringan mendarat di dahi Bianca, membuat gadis itu terdiam sesaat, lalu langsung memalingkan wajahnya dengan kesal. --- Perjodohan Abyan dan Bianca sudah direncanakan jauh sebelum mereka lahir ke dunia. Awalnya, rencana pernikahan ini akan dilaksanakan saat mereka dewasa. Namun, takdir berkata lain. Mereka harus menjalani kehidupan rumah tangga di usia remaja-usia di mana kebebasan justru menjadi prioritas. Semua ini terjadi karena satu alasan: Maudy, ibu Bianca, menginginkan putrinya menikah lebih cepat. Sebagai seorang ibu yang tengah menghadapi kanker otak stadium empat, Maudy tahu bahwa waktunya di dunia ini tak lama lagi. Dan keinginan terakhirnya sebelum berpulang adalah melihat putri semata wayangnya menikah dengan anak dari sahabat baiknya. Dijodohkan dengan ketua geng motor paling dicari? Hidup bersama di usia muda? Menjalani pernikahan tanpa cinta? Ayolah, ini bukan lagi zaman Siti Nurbaya! Apa yang akan kalian lakukan jika suatu hari orang tua kalian menjodohkan kalian dengan seseorang yang bahkan tidak kalian kenal? Itulah yang dirasakan Bianca-kecewa, marah, dan tak berdaya. Namun, bagaimana dengan Abyan? Apakah dia hanya menjalankan perjodohan ini demi formalitas? Atau ada sesuatu yang disembunyikannya? Apakah cerita mereka akan berakhir bahagia? Ataukah cinta yang dipaksakan ini justru akan membawa kehancuran? Untuk kelanjutan ceritanya, baca sekarang.🤗 ⚠️Cerita hasil pemikiran sendiri. ⚠️ Jangan lupa follow sebelum membaca.

More details
WpActionLinkContent Guidelines