GALATIA

GALATIA

  • WpView
    Reads 280
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 29, 2022
Galatia Gea Amanda gadis yang selalu memberi 1000% dalam hal apapun. Gadis ambisius yang serba ingin sempurna, dianugerahi paras yang cantik membuat dirinya tidak segan untuk mengangkat dagu penuh arogan. Tapi Gea pantas melakukan itu. Dia gadis multitalenta yang serba bisa, kaya raya, cerdas bahkan memiliki pasangan yang begitu mencintainya. Dia sempurna. Sarga AdityaErwangga, kekasihnya, sahabatnya dan kunci seluruh rahasia kelemahan yang dimiliki Gea. Namun hari yang tidak pernah Gea duga terjadi, Sarga mulai mundur secara perlahan untuk meninggalkan dirinya. Pemuda itu terlihat tertarik pada gadis sederhana bernama Kiala Putri Guntari. Sejak adanya Kiala, semuanya berubah. Gea merasa Kiala lebih sempurna darinya, gadis itu punya sesuatu yang tidak dimiliki Gea. Tapi ternyata itu salah, Kiala hanya gadis manifulatif yang naif. Dan gadis itu salah mencari lawan. *** "Kenapa Ge? Kamu takut semua yang kamu punya aku ambil?" Kiala tersenyum penuh arti. Gea terkekeh. "Yakin bisa? Harusnya Lo yang takut, cewe penyakitan kaya lo bisa mati kapan aja."
All Rights Reserved
#31
tawan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • ALZEA (TERBIT)
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • Behind the Script [Hiatus]
  • Impossible
  • Kutukan Tumbal
  • Shadows of the Main Story
  •  Istri Untuk Anak Manja (End)
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines