Lembayung

Lembayung

  • WpView
    MGA BUMASA 197
  • WpVote
    Mga Boto 5
  • WpPart
    Mga Parte 3
WpMetadataReadKumpleto Wed, Mar 30, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
• a Short Story by Saturdayhappy • ♣︎ Temukan teka-teki di setiap paragraf! Cerita singkat yang mendeskripsikan kehidupan seorang gadis remaja. Gadis itu selalu kesepian dalam gelap malam. Riuh angin menerpa, mendatangkan rasa sesak. Sinar mentari siang merubah dirinya yang tak lagi ceria. Gadis itu sendiri. Selalu, dan pasti akan melangkah seorang diri. Duri-duri tajam kehidupan serta merta menemani setiap pijak langkahnya. Hati yang retak juga raga yang lelah, menghantarkannya pada kesengsaraan tak berujung. Gadis itu butuh "Rumah". Rumah yang memiliki ruang untuk-nya berpulang.
All Rights Reserved
#15
bunuhdiri
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • C
  • Hidden Tightness (SUDAH TERBIT)
  • Evanescence (END)
  • CLOSER
  • Cheilla dan sejuta impian
  • I'm Sorry, Good Bye! [END]
  • 3 Dimensi
  • HATRED [On Going]
  • If I Die, Will You Listen?
  • Matahari
C

"Drama banget hidup gue. Bahkan sinetron azab pun tidak semenyedihkan ini, sial." Gadis itu menunduk, melihat ke bawah dengan tatapan kalut. Kemudian ia menatap ke atas langit, hujan, tak ada bintang. Hanya ada langit gelap yang sesekali menjadi begitu terang karena kilatan petir. "Mak, kenapa nggak ajak Clara sekalian, sih?" lirih gadis itu membiarkan air hujan menerpa wajahnya yang penuh luka lebam. Bahkan tetesan air di tangannya berubah menjadi kemerahan, bercampur dengan darah. Ia tak menangis, lebih tepatnya sudah lama ia tidak bisa menangis. Sebelum memutuskan keluar di tengah hujan lebat, ia menikmati kesendirian yang menyakitkan di emperan ruko tak jauh dari jembatan ini. Sendiri yang begitu sakit karena dadanya yang sesak dan tangannya yang tak berhenti mengeluarkan darah yang bersumber dari sayatan yang ia buat sendiri. Ia kembali menundukkan kepala. Memejamkan mata erat, membiarkan rasa sakit fisik dan mentalnya bersatu dengan gumuruh suara petir. Mungkin, ini terkahir kalinya ia menikmati rasa sakit itu. Karena ia memilih untuk, menyerah. "Lo gila?!" Gadis itu membuka kembali matanya, tangannya semakin terasa perih karena terbentur aspal jembatan. Tak lain karena dorongan pemuda yang saat ini menatap tajam ke arahnya. Ia mengerjap bingung. Mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi. "Lo mau bunuh diri, hah!?" Sentakan pemuda itu membuat dia sadar, ia gagal. Gagal untuk mengakhiri penderitaannya malam ini. Menyadari hal itu membuatnya tanpa sadar meneteskan air mata. Entah ia harus bersyukur atau justru menyalahkan pemuda yang saat ini berjongkok di hadapannya. Pemuda yang membuat percobaan bunuh dirinya malam ini gagal total. Jadi ia masih harus melanjutkan hidupnya yang menyedihkan ini?

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman