We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
My Choosen

My Choosen

  • WpView
    Reads 319
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 31, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
“ aku punya tawaran yah, bagaimana kalau aku dengan sammy memperebutkan hati gadis itu? Tidak masalahkan? Perjodohan itu akan tetap berjalan, perjanjian ayah dengan kedua orang tua gadis itu juga tetap berjalankan? Ayah tidak mengingkari perjanjian itu kok, lagi juga saat membuat perjanjian itu ayah tidak menyebutkan siapa nanti anak ayah yang akan bersama gadis itu, bukan kah ini fair untukku dan sammy? Biarkan gadis itu yang memilih antara aku dan sammy siapa yang pantas bersanding dengannya” Marico menatap sang ayah lurus. “Tidak masalah, bahkan ini sangat menarik bagiku hm..cukup menantang kurasa aku setuju, lagi juga ini cukup adil untukku dan marico” Sammy tampak santai menanggapi tawaran adik semata wayangnya itu.
All Rights Reserved
#141
pewaris
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kebodohanmu Akhir Cerita Kita (TELAH TERBIT)
  • MAAF,AKU TELAH MENYUKAIMU.
  • Brothers
  • Arsyilazka
  • Gue, Matcha dan si Mantan Stalker
  • ARGLADIS
  • Crazy Student and Bad Teacher
  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • ARDILA & DINAR

Cape ga sih nunggu seseorang buat peka dan membalas perasaan kita? Ya begitulah yang aku rasakan saat ini, menunggu tanpa ada nya kepastian, berharap tanpa tahu apa hasil dari yang kita harapkan. "Kamu tau kan kalau aku itu cinta sama kamu" ucap Andira kecewa matanya mulai berkaca-kaca. "Ya aku tahu itu, tapi bisa gak sih kamu bersikap dewasa?" Balas Dimas dengan cuek. "Kurang dewasa apa sih aku ini? Aku selalu salah dimata kamu" ucap Dira kecewa. "Kamu harusnya sadar dong. Kamu tuh egois memikirkan perasaan kamu sendiri" Bentak Dimas. "Jadi ini caramu untuk membalas cintaku?" Ucap Andira menangis. "Aku cuma mau kamu kasih aku waktu buat ini, semuanya butuh proses" Jawab Dimas dengan menghela nafas. "Harus sampai kapan aku terus menunggu kamu?" . "Ya sampai aku ada perasaan yang sama kaya kamu". "Tapi kapan?". "Sampai aku benar-benar yakin sama kamu bahwa kamu adalah seseorang yang aku pilih karena hati bukan karena nafsu sesaat". "Kalau itu mau kamu, oke aku bakal nunggu kamu. Tapi tak selamanya"

More details
WpActionLinkContent Guidelines