Nusa dan Nasa

Nusa dan Nasa

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 25, 2022
"Hey, coba kamu lihat ke atas, bintangnya banyak banget" Anak laki-laki yang dipanggil pun menoleh, melihat kemana arah pandangan gadis itu tertuju "Iya, banyak banget" gumamnya sambil memperhatikan bintang-bintang yang berhamburan di angkasa "Kamu mau bintang?" Gadis berumur enam tahun itu menatap anak laki-laki disampingnya lekat. Anak laki-laki itu menoleh "Memangnya bisa? Kita kan berada di bumi, sedangkan bintangnya berada di langit?" Balas anak laki-laki itu heran Gadis itu kemudian berdiri dengan gaya bertolak pinggang. "Bisa, kan aku mengambilnya menggunakan roket!" serunya semangat "Kalau begitu aku akan ikut membantumu" "Jangan, kamu masih sakit, kamu hanya perlu diam menungguku disini sambil memulihkan kesehatan mu" "Bagaimana kalau nanti kamu tidak kembali?" "Percayalah kepadaku, aku pasti akan kembali menemuimu, tapi kamu harus janji disaat aku kembali, kamu harus sudah dalam keadaan yg sehat. Bagaimana?" "Kalau aku tidak bisa sehat sebelum kamu kembali, apakah kamu akan marah dan pergi meninggalkan aku lagi?" "Aku yakin kamu bisa, percayalah"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Winter
  • GRIZLEN {On Going}
  • CAHYA UNTUK MENTARI
  • STUCK
  • Be With You(Slow)
  • My Heart
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • AIR MATA AWAN || YU JUNWON
  • AYAH
  • Aku Ingin Bercerita
Winter

(Completed) "Ter, menurut lo kenapa ayam tuh dikasih nama ayam? Kenapa nggak sapi aja atau.. kudanil gitu?" "Kalau gue gorok leher lo sekarang, kira-kira lo mati apa nggak napas aja, Na?" Nareshwara itu tinggi ✅ Ganteng ✅ Suaranya bagus ✅ Jago gombalin cewek❌ Kalem banget❌ Nggak suka nyusahin Winter❌ "Kayaknya sih mati.. tapi ayam tuh ya-" Lelah lahir batin. Itulah yang selama belasan tahun Winter rasakan. Bersahabat dengan pemuda minim kewarasan yang selalu bertingkah 'semau gue' serta penganut prinsip 'terobos ajalah anying' ini bikin Winter sadar kalau resign jadi penduduk bumi bukanlah pilihan buruk. "Lo waras dikit bisa nggak, Na?" *** "Gue suka sama lo." "Hah?" "G-gitu, kan, bilangnya?" "Ah-ooh, iya ya, bisa gitu.. sih?" "Tadi itu pe..percobaan... ehehek," *** Sementara bagi Jeriko, menebas egonya yang setinggi langit dan hatinya yang sebeku daratan Antartika bukanlah perkara mudah. Namun, dihadapan seseorang yang berhasil memberikannya tempat ternyaman untuk 'pulang'. Dia bersedia memberikan apapun, sekalipun harus goresan luka yang jadi bayarannya. "Kalau gue mati.. lo juga harus mati, Darling. Seenggaknya kalau kita nggak bisa bersatu dibumi, kita bisa abadi di surga." "Mahluk kayak lo lebih pantas ada di kerak neraka sana!" "Lo mau abadi di neraka sama gue? Fine, gue nggak masalah mau dimana pun. Asal ada lo-nya." "DIH, SINTING!" "Love you more, Darling." *** 17+ ©Dandelions042

More details
WpActionLinkContent Guidelines