Story cover for Nusa dan Nasa by yjwnna
Nusa dan Nasa
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Mar 29, 2022
"Hey, coba kamu lihat ke atas, bintangnya banyak banget"

Anak laki-laki yang dipanggil pun menoleh, melihat kemana arah pandangan gadis itu tertuju

"Iya, banyak banget" gumamnya sambil memperhatikan bintang-bintang yang berhamburan di angkasa

"Kamu mau bintang?" Gadis berumur enam tahun itu menatap anak laki-laki disampingnya lekat. Anak laki-laki itu menoleh "Memangnya bisa? Kita kan berada di bumi, sedangkan bintangnya berada di langit?" Balas anak laki-laki itu heran

Gadis itu kemudian berdiri dengan gaya bertolak pinggang. "Bisa, kan aku mengambilnya menggunakan roket!" serunya semangat

"Kalau begitu aku akan ikut membantumu"

"Jangan, kamu masih sakit, kamu hanya perlu diam menungguku disini sambil memulihkan kesehatan mu"

"Bagaimana kalau nanti kamu tidak kembali?"

"Percayalah kepadaku, aku pasti akan kembali menemuimu, tapi kamu harus janji disaat aku kembali, kamu harus sudah dalam keadaan yg sehat.  Bagaimana?"

"Kalau aku tidak bisa sehat sebelum kamu kembali, apakah kamu akan marah dan pergi meninggalkan aku lagi?"

"Aku yakin kamu bisa, percayalah"
All Rights Reserved
Sign up to add Nusa dan Nasa to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Kiara and zaki's love journey [sedang revisi √ ] by tiaxyl
28 parts Ongoing Mature
"Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.
You may also like
Slide 1 of 10
Winter  ✓  cover
CAHYA UNTUK MENTARI cover
AIR MATA AWAN || YU JUNWON cover
[EXO ff] Dady Saranghae cover
Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ] cover
Aleum And 7 cover
Kiara and zaki's love journey [sedang revisi √ ] cover
Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•|| cover
Become Baby Boy✓ cover
Aku Ingin Bercerita  cover

Winter ✓

63 parts Complete

(Completed) "Ter, menurut lo kenapa ayam tuh dikasih nama ayam? Kenapa nggak sapi aja atau.. kudanil gitu?" "Kalau gue gorok leher lo sekarang, kira-kira lo mati apa nggak napas aja, Na?" Nareshwara itu tinggi ✅ Ganteng ✅ Suaranya bagus ✅ Jago gombalin cewek❌ Kalem banget❌ Nggak suka nyusahin Winter❌ "Kayaknya sih mati.. tapi ayam tuh ya-" Lelah lahir batin. Itulah yang selama belasan tahun Winter rasakan. Bersahabat dengan pemuda minim kewarasan yang selalu bertingkah 'semau gue' serta penganut prinsip 'terobos ajalah anying' ini bikin Winter sadar kalau resign jadi penduduk bumi bukanlah pilihan buruk. "Lo waras dikit bisa nggak, Na?" *** "Gue suka sama lo." "Hah?" "G-gitu, kan, bilangnya?" "Ah-ooh, iya ya, bisa gitu.. sih?" "Tadi itu pe..percobaan... ehehek," *** Sementara bagi Jeriko, menebas egonya yang setinggi langit dan hatinya yang sebeku daratan Antartika bukanlah perkara mudah. Namun, dihadapan seseorang yang berhasil memberikannya tempat ternyaman untuk 'pulang'. Dia bersedia memberikan apapun, sekalipun harus goresan luka yang jadi bayarannya. "Kalau gue mati.. lo juga harus mati, Darling. Seenggaknya kalau kita nggak bisa bersatu dibumi, kita bisa abadi di surga." "Mahluk kayak lo lebih pantas ada di kerak neraka sana!" "Lo mau abadi di neraka sama gue? Fine, gue nggak masalah mau dimana pun. Asal ada lo-nya." "DIH, SINTING!" "Love you more, Darling." *** 17+ ©Dandelions042