Lelah (Tired)

Lelah (Tired)

  • WpView
    Reads 872
  • WpVote
    Votes 131
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 9, 2022
WpInfo
Fanfic
Sakit nya luka yang berdarah tak sebanding dengan sakit nya kehilangan seseorang yang berarti dalam hidup kita karena luka nya selalu ada dan tak kunjung mereda. Jika aku bisa memilih mungkin aku akan memilih lebih baik aku yang tiada dibandingkan aku masih ada tapi sama sekali tak dianggap lagi. Ararya Aliarda Fahreza Remaja yang baru saja menginjak usia 17 tahun,yang kehilangan segala kenyamanan yang seharusnya keluarganya berikan, bukan hanya kenyamanan,Namun juga dukungan. 29,03,22 By Dev. 22.10 WIB
All Rights Reserved
#31
alwi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • ALL MY WOUNDS
  • Saat Semua Sudah Terjadi Dan Penyesalan Datang Terlambat [END]
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • THE RAIN (On Going)
  • SKIZOFriend (END)
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • ARALVI [Completed]

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines