Death Forest

Death Forest

  • WpView
    Reads 1,059
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Fri, Jan 8, 2016
Mark baru saja pindah rumah di desa dekat hutan. Kejadian apa saja yang dialami Mark selama tinggal di desa tersebut ?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • In Someone Elses Shadow
  • Because | ft. MARKLEE✔[ON GOING]
  • Rainbow Mist ✔️
  • versus tetangga (zeesha) #TAMAT
  • A House In KitsWood
  • BACKBURNER
  • in front of my house ; greshan
  • Dua Orang Asing di Malam Hari
  • christy
  • Bangkitnya Sang Penjaga Untuk Memulihkan Alam Yang Hilang [END]

"Waktu kedua kalinya kita bertemu, kau berkata bahwa mari menjadi lebih dekat satu sama lain. Then why did we change?" Dennis tidak pernah menyangka kalau satu ciuman di malam itu akan mengubah segalanya. Dulu, Mark hanyalah seseorang yang sering ia lihat di kantin kampus-tertawa bersama teman-temannya, menantang orang untuk bermain basket, atau terkadang tidur siang dengan buku terbuka di dadanya. Seseorang yang seharusnya hanya sekadar 'ada' dalam hidupnya, tidak lebih. Namun, semua berubah sejak perjalanan ke villa itu. Sejak malam di mana bibir mereka bertemu, sejak rasa yang tidak pernah Dennis sadari sebelumnya perlahan tumbuh tanpa bisa ia hentikan. Sekarang, dia duduk di sudut perpustakaan, mencoba membaca buku di hadapannya, tapi pikirannya melayang. Mark masih sama seperti dulu-tersenyum dengan cara yang membuat dadanya sesak, menatapnya dengan tatapan yang sulit ditebak. Tapi ada sesuatu yang berbeda di antara mereka. Sesuatu yang menggantung, tidak terucapkan, seolah hanya menunggu salah satu dari mereka untuk mengakhirinya atau membiarkannya terus ada. Dennis menghela napas, menatap ke arah Mark yang duduk di seberang meja. Matanya bertemu dengan milik Mark sesaat sebelum pria itu tersenyum tipis-senyum yang membuat perutnya terasa aneh. Kapan semuanya menjadi serumit ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines