KALA SIRNA

KALA SIRNA

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 8, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Kala, sang peran utama tak banyak bicara. Gadis pendiam yang memiliki paras cantik rupawan. Kala terlahir dari keluarga yang sederhana, ayahnya meninggal dalam kecelakaan saat ia berusia 10 tahun, dan kini ibunya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Tidak hanya cantik, Kala juga sangat mahir dalam bidang menulis dan berambisi untuk menjadi seorang penulis terkenal. Kala tidak pernah tertarik untuk berpacaran, namun setelah Saka hadir dalam hidupnya, sikap Kala mengalami perubahan. Perubahan apa yang dialami Kala? Apakah Kala tidak lagi pendiam? Atau Kala tidak ingin lagi menjadi penulis? Daripada penasaran mending baca yuk... Jangan lupa follow, vote, and comment yaa [On Going]
All Rights Reserved
#252
mentalhealth
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Shattered Soul
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • RAPUH!
  • 7 Seconds
  • Bintang Di Langit Malam [ END ]
  • TRAUMA
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • Aneyra
  • Lily of the valley

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines