Imam Dan Makmum [On Going]

Imam Dan Makmum [On Going]

  • WpView
    Reads 2,134
  • WpVote
    Votes 513
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 16, 2025
Mereka berdiri di atas sajadah yang sama, tapi dengan hati yang mulai berbeda arah. Kahfa seorang suami yang berusaha menjadi imam bukan hanya dalam shalat, tapi juga dalam kehidupan. Aisyah, istri yang berjuang tetap menjadi makmum yang setia, meski langkah imamnya kadang membuatnya tersesat dalam sepi. Pernikahan mereka dimulai dengan doa, tapi tak ada doa yang bebas dari ujian. Ketika cinta mulai retak oleh kesibukan, ego, dan diam yang menyesakkan, mereka belajar bahwa menjadi imam dan makmum tak sekadar tentang siapa yang berdiri di depan, melainkan siapa yang tetap bertahan di belakang, meski rakaat kehidupan terasa semakin panjang. Di antara air mata, sujud, dan kesalahpahaman, keduanya mencari jalan pulang, bukan ke rumah, tapi ke hati yang dulu dipertemukan oleh Allah. Sebuah kisah tentang cinta yang diuji oleh waktu, tentang pernikahan yang mengajarkan bahwa bahagia bukan berarti tanpa luka, melainkan tetap berdoa meski dalam sujud yang gemetar.
All Rights Reserved
#252
wattpadislami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Takdir Cinta Hana |Terbit|
  • Cinta dalam Doa [Terbit]
  • (Bukan) Suami Idaman
  • Atharrazka 4: Abyzar
  • Z&Z ( Zayyan & Zayra ) [TERBIT]
  • NAURA (Tepaksa Jadi Yang Ke Dua)
  • Gus Adnan dan Istri Nakalnya
  • Satu Detak Jantung Lagi
  • Unpredictable Husband (END)
  • Suami Pengganti [END]

|Follow akun sebelum membaca| Hana Jiara Kamila terpaksa menyetujui usulan perjodohan yang diajukan oleh orang tuanya. Karena umurnya sudah akan menginjak kepala tiga, tidak di sangka laki-laki yang dijodohkan dengannya adalah Arga-Ayah dari anak didiknya. "Kamu sudah tahu maksud kita berdua ada di sini?" tanya Arga sembari melirik Hana. Hana mengangguk. "Perjodohan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines