Story cover for Remember Mr. J by WpKatarina
Remember Mr. J
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Mar 30, 2022
Maira, saat pertama kali saya melihat kamu di terowongan Silaturahmi,  saat kamu tersenyum jantung saya tiba-tiba berdebar sampai akhirnya saya sadar bahwa saya telah jatuh cinta pada pandangan pertama. kamu boleh menyebut saya bodoh karena jatuh cinta begitu saja tanpa berfikir bahwa tujuan kita berbeda. ketika kamu hendak ke Istiqlal dan saya pun hendak ke Katedral.

saya tahu saya egois. maaf karena saya sudah melibatkan kamu dalam perasaan saya. Maaf karena sudah mengajak kamu untuk ikut memaksakan takdir yang nyatanya tak pernah berpihak pada kita berdua. dan maaf karena sudah membuat kamu terluka. Saya berhenti, karena sekeras apapun saya berusaha, Rosario di leher saya tak pernah bisa bersanding dengan tasbih di tangan kamu. 

Selamanya, kita hanya akan menjadi kisah yang pernah Mai, namun tidak akan menjadi saling. untuk itu saya pamit. semoga kamu selalu bahagia. tetap menjadi Humaira yang cantik dengan definisi kamu sendiri. 


-dari yang selalu cinta kamu-
Mr. J-----
All Rights Reserved
Sign up to add Remember Mr. J to your library and receive updates
or
#25humaira
Content Guidelines
You may also like
You are in my past and my future [END] by HilyaAlyaqolbiyah
115 parts Ongoing
Terkadang apa yang kita lihat di kenyataan yang ada di depan kita belum tentu itu sama seperti masa lalu kita yang masih tersembunyi entah pada siapa. ~jika aku memang bukan berasal dari keluarga ini maka tolong lepas lah aku karena aku butuh waktu untuk menerima kenyataan yang selama ini tersembunyi~tiara andini dirgantara ~orang yang selama ini ku benci ternyata dia yang selalu rela melakukan apa pun demi aku, aku telat menyadarinya hingga saat itu ia akan menghilang selama nya tetapi keajaiban tuhan lah yang memberikan dia keselamatan dan itu seperti tamparan atau perintah bagi ku untuk meminta maaf kepadanya~lyodra ginting dirgantara ~akhirnya aku menemukan mu setelah sekian lama ku selalu mencari mu hingga akhirnya aku bisa memiliki mu, kau bukan lah masa lalu yang ku sesali tapi kau masa lalu yang ku syukuri~anrez adelio revangga ~aku mencintai nya tapi dia tak mencintai ku dan aku tak menyadari bahwa sebenar nya ada yang mengejarku dengan tulus hingga akhirnya dia menyerah dan aku lah yang mengejarnya sekarang, memang benar penyesalan selalu datang di akhir ~riza syah aditama ~kau bukan hanya masa lalu tapi masa depan ku juga~Anrez & Tiara Hallo semua nya 👋🏻👋🏻👋🏻 Wah cerita baru lagi nih buat kalian, Kira kira bakalan ada konflik apa ya? Terus bakalan kaya apa sih ceritanya? kalian ada yang penasaran gak? Kalau ada kalian langsung aja baca dan jangan lupa tinggalin jejak kalian ya disini berupa vote, coment, masukan ke reading list kalian dan jangan lupa juga follow akun ini ya. #anreztiara #tiaraanrez #lyodrariza #rizalyodra #rizatiara #anakangkat #benci #menyesal #sedih #kehilangan #bahagia Selamat membaca semuanya 🤗
Tembok Yang Sangat Tinggi. (On Going) by mpitedicion
13 parts Ongoing
"Jika suatu hari nanti, jika aku mencintai orang yang tak seagama dengan ku, maka aku ikhlas untuk dirinya pergi." ~Fana Fitriana Srifandi "Apapun yang terjadi, aku akan memperjuangkan itu walaupun sesakit apapun rintangan nya." ~Johanes Cristopher ......... "tunggu dulu Fana! aku ingin membicarakan dulu sesuatu penting, jangan dulu pergi!." ucap Johanes yang terus menerus mengejar Fana, ia terus engah engah sekaligus pasrah dengan Fana Fana pun akhirnya berhenti dan memutarkan balik badan nya menghadap Johanes, Fana sudah dibasahi cadar nya dengan air mata. "CUKUP TAFIQ!.." ucap Fana dengan lantang, Johanes pun berhenti dengan jarak yang sedikit menjauh, Johanes kecewa, kesal, campur aduk. "sampai kapan pun itu.. kita tidak akan bersatu! diibaratkan aku senja kamu malam, tak akan bisa bersatu. misalkan saja kamu mualaf karena aku, aku pun tak akan menerima itu!." Fana pun tak berhenti dari tangis nya, Johanes pun diam terpaku dan kata kata itu sangat menyayat hati. "karena di agama kami, sesuatu hal itu hanya untuk Allah hanya untuk tuhan, bukan hanya manusia apalagi manusia biasa seperti ku. cukup sampai sini, jika pun kita menikah, kita dalam bahaya." ucap Fana "dan jika boleh jujur, aku pun mengagumi mu Tafiq." sambung Fana sebelum ia pergi meninggalkan Johanes, setelah ditinggal Fana, Johanes pun menangis dalam diam. "Fana..." ucap lirih nya. ..... bagaimana dengan kelanjutan nya yaa?? yuk pantengin trus!!
You may also like
Slide 1 of 10
Ternyata Takdirku adalah Kamu cover
ANA UHIBBUKA FILLAH  (End) cover
You are in my past and my future [END] cover
MAS ! cover
Kamu dan Negara S1 [SELESAI] cover
cinta untuk sang nona  cover
Cintaku Hanya Untukmu Istriku cover
Tembok Yang Sangat Tinggi. (On Going) cover
A high wall for us cover
Katedral dan Istiqlal cover

Ternyata Takdirku adalah Kamu

21 parts Complete

JANGAN LUPA FOLLOW YA... terimakasih sudah mampir Ada cinta yang tidak perlu diumbar, cukup diam-diam mendoakan dari kejauhan. Karena kadang, mencintai yang paling dalam adalah saat memilih untuk menjauh. Aku, Cilla, gadis biasa yang sebentar lagi akan memulai hidup baru di UIN Rafah. Di usia delapan belas ini, hidupku seperti perjalanan kereta yang tak pernah berhenti di stasiun yang sama dua kali. Termasuk stasiun bernama Arsan. Dia pernah singgah. Pernah menjadi alasan senyumku setiap pagi. Pernah menjadi orang yang paling aku percaya. Tapi kami memilih pergi. Bukan karena tidak saling mencintai, tapi karena tahu: terlalu dekat bisa membuat segalanya salah arah. Kami memilih menjaga, meski harus saling menjauh. Dan kini, setelah waktu membawa kami ke dunia yang berbeda... Aku masih menyebut namanya dalam sujud terakhirku. Sementara aku tak tahu, apakah dia juga menyebut namaku saat langitnya mendung dan hatinya sunyi. Mungkin kami sedang menguji takdir. Atau... mungkin takdir sedang menguji kami. Karena jika benar cinta ini suci, maka tak perlu digenggam erat untuk dimiliki. Cukup dipercayakan kepada Allah. Dan jika suatu hari aku kembali bertemu dengannya, aku ingin bertanya satu hal: "Masihkah kamu menganggapku takdirmu, seperti dulu?"