Story cover for Garis Interaksi  by ismiiii_ard1
Garis Interaksi
  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Mar 30, 2022
Ini tentang kisah persahabatan lima orang berbeda kepribadian yang pertemuan mereka seolah memang di satukan oleh semesta, pahit, manis, asam, dan cinta segitiga mewarnai perjalanan kelimanya. Bertetangga adalah satu alasan yang membuat mereka bisa saling selengket ini hingga sudah menginjak usia dewasa. Interaksi yang mereka bagun sedari kecil membuat mereka saling baku hantam sesekali tetapi sungguh mereka saling menyayangi satu sama lain. 

"BULAAAN, KALO JALAN ITU PAKE MATA!! "

"Bang Langit punya Power Rangers baru loh! Kita main bareng yuk"

"kak Bulan itu cuman punya Ziel titik"

"gue benci dekat-dekat sama lo"

"MEREKA BAWEL AYAAH, BULAN ENGGAK SUKA!! "
All Rights Reserved
Sign up to add Garis Interaksi to your library and receive updates
or
#342tetangga
Content Guidelines
You may also like
It's Always Been You✔️  by WinterAurora00
44 parts Complete
Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?
You may also like
Slide 1 of 9
RUMAH;Menata Hati yang Hampir Mati cover
Kemana Arah Pulang? cover
Cemara milik kita || nct dream (Terbit)✔ cover
Sudut Pandang Hasbi | Haechan (Terbit)✔ cover
SAHABAT ✓ cover
It's Always Been You✔️  cover
[√] Viel cover
II DAILY NCT DREAM II cover
KISAH DI BALIK PINTU || NCT DREAM [✓] cover

RUMAH;Menata Hati yang Hampir Mati

29 parts Complete

[NCT X Itzy] Rumah bagi Narasena adalah tempat pulang untuk menata hatinya yang hampir mati. Dunia memberinya Narendra, manusia yang mengajaknya berkelana menyusuri samudra cinta. Narendra membuatnya percaya bahwa ternyata ada tempat yang sama hangatnya dengan rumah. "Kemanapun, kamu nggak akan kedinginan. Tangan kamu akan tetap hangat selama aku genggam." Begitu pada awalnya. Tapi, Narasena lupa siapa Narenda, Narasena juga lupa ke samudra mana Narendra mengajaknya berlayar. Dia juga lupa menanyakan berapa lama Narendra akan menggenggam tangannya, berapa lama kehangatan yang dia janjikan akan bertahan? Terbuai dengan manisnya aksara yang tersuara. Membiarkan Narendra berjalan lebih dulu bukan berarti mengizinkannya melepaskan genggam. Narasena terlalu percaya, hingga pada akhirnya dia tersesat di tengah-tengah Arktik seorang diri. Narendra membuat hatinya hampir mati. Tapi Narasena tidak ingin mati kedinginan di tengah samudra cinta tanpa kepastian. Dia ingin hidup, ingin kembali, dan menata hatinya lagi. Menyelamatkan hidupnya adalah pilihan terbaik. Entah dengan tetap menunggu Narendra kembali, atau mencari jalan pulang seorang diri.