Boundary Line(garis Keyakinan)

Boundary Line(garis Keyakinan)

  • WpView
    Membaca 57
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 12
WpMetadataReadLengkap Sel, Mei 31, 2022
Bismillahirrahmanirrahim.. assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh "Mungkin untuk saat ini kita berpisah disini karena sangat mustahil kita bersatu. " Farel memang mencintai Luna tapi mau bagaimana lagi iman mereka berbeda. Di sebuah taman mengungkapkan semuanya kini wanita yang bersamanya berusaha menahan rasa sakitnya dan air matanya agar tidak jatuh. Sedangkan wanita satu lagi Lina adik dari Luna berusaha menenangkan dengan mengelus pundaknya. "Semoga kita dipertemukan dengan yang lebih baik. " Kata Farel untuk terakhir kali sebelum ia pergi dan mengucapkan selamat tinggal. Mereka berdua saling mencintai namun terhalang dua keyakinan yang berbeda.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#871
keyakinan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Ambisi (The Wrong Part Of Town)
  • LUMEN: Awal Perjalanan Takdir
  • BACKBURNER
  • THE BROKEN TWIGS
  • sahabat kok gini?! || NA2 (End)
  • Humaira Az-zahra
  • Istiqlal & Katedral [LuRah]
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta

"Kamu gak masalah ya ngeliat cewek ngerokok?" tanya Ara kepada Farel. *** "Rell, aku lagi buntu banget. Udah 3 hari ni aku dikos temen aku karna lagi ribut sama mama" *** "Aku boleh make uang kamu lagi gak?..." *** "Mungkin ada yang mau dibilang nya ke lu Rel, mungkin dia mau cerita sama lu. Bisa jadi dia nyaman sama lu, terus dia mau nyeritain semua permasalahan dia selama ini," ujar Puma menjelaskan. *** "Saran gua, lu bisa pulang tanpa harus ngabarin dia. Gak usah kasih dia kabar sama sekali!" ujar Puma dengan tegas. *** Kedatangan Farel bersama ibunya ke Kota Padang benar-benar ditunggu. Peristiwa yang menyedihkan langsung menyambut mereka sehari setelah mereka sampai. Farel yang telah menyelesaikan kuliahnya pun harus menemani sang ibu bersama nenek untuk sementara waktu. Akan tetapi, pertemuan Farel dengan beberapa anggota keluarga yang lain telah menimbulkan ambisi dalam dirinya. Ambisi yang benar-benar harus dikejar. Disisi lain, pertemuan Farel dengan Ara di Kota tersebut, sempat membuat Farel sedikit goyah. Secara tidak sengaja, Ara telah menunjukkan kepada Farel bahwa ia sedang berada di bagian kota yang salah, dan kini Farel pun telah memasuki bagian kota tersebut. Beruntung Farel bertemu dengan beberapa teman baru yang bersumber dari teman satu kampus sahabat nya ketika SMA. Salah satunya adalah Puma. Farel semakin bingung. Manakah yang ia pilih? Tetap berada di bagian kota yang salah bersama Ara, atau mengikuti saran dari teman barunya untuk meninggalkan Ara dan pergi mengejar ambisinya?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan