Boundary Line(garis Keyakinan)

Boundary Line(garis Keyakinan)

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadComplete Tue, May 31, 2022
Bismillahirrahmanirrahim.. assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh "Mungkin untuk saat ini kita berpisah disini karena sangat mustahil kita bersatu. " Farel memang mencintai Luna tapi mau bagaimana lagi iman mereka berbeda. Di sebuah taman mengungkapkan semuanya kini wanita yang bersamanya berusaha menahan rasa sakitnya dan air matanya agar tidak jatuh. Sedangkan wanita satu lagi Lina adik dari Luna berusaha menenangkan dengan mengelus pundaknya. "Semoga kita dipertemukan dengan yang lebih baik. " Kata Farel untuk terakhir kali sebelum ia pergi dan mengucapkan selamat tinggal. Mereka berdua saling mencintai namun terhalang dua keyakinan yang berbeda.
All Rights Reserved
#694
keyakinan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ambisi (The Wrong Part Of Town)
  • Serupa Tapi Tak Sama
  • Cinta Tak Terduga
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • FALLING IN LOVE
  • TIKUNGAN SEPERTIGA MALAM
  • Aku yang tak dipercaya [END]
  • LUMEN: Awal Perjalanan Takdir
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)

"Kamu gak masalah ya ngeliat cewek ngerokok?" tanya Ara kepada Farel. *** "Rell, aku lagi buntu banget. Udah 3 hari ni aku dikos temen aku karna lagi ribut sama mama" *** "Aku boleh make uang kamu lagi gak?..." *** "Mungkin ada yang mau dibilang nya ke lu Rel, mungkin dia mau cerita sama lu. Bisa jadi dia nyaman sama lu, terus dia mau nyeritain semua permasalahan dia selama ini," ujar Puma menjelaskan. *** "Saran gua, lu bisa pulang tanpa harus ngabarin dia. Gak usah kasih dia kabar sama sekali!" ujar Puma dengan tegas. *** Kedatangan Farel bersama ibunya ke Kota Padang benar-benar ditunggu. Peristiwa yang menyedihkan langsung menyambut mereka sehari setelah mereka sampai. Farel yang telah menyelesaikan kuliahnya pun harus menemani sang ibu bersama nenek untuk sementara waktu. Akan tetapi, pertemuan Farel dengan beberapa anggota keluarga yang lain telah menimbulkan ambisi dalam dirinya. Ambisi yang benar-benar harus dikejar. Disisi lain, pertemuan Farel dengan Ara di Kota tersebut, sempat membuat Farel sedikit goyah. Secara tidak sengaja, Ara telah menunjukkan kepada Farel bahwa ia sedang berada di bagian kota yang salah, dan kini Farel pun telah memasuki bagian kota tersebut. Beruntung Farel bertemu dengan beberapa teman baru yang bersumber dari teman satu kampus sahabat nya ketika SMA. Salah satunya adalah Puma. Farel semakin bingung. Manakah yang ia pilih? Tetap berada di bagian kota yang salah bersama Ara, atau mengikuti saran dari teman barunya untuk meninggalkan Ara dan pergi mengejar ambisinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines