KHAZARA (On Going)

KHAZARA (On Going)

  • WpView
    Reads 2,852
  • WpVote
    Votes 560
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 13, 2026
Aku akan menyerah, setidaknya aku sudah berusaha ~Batin Khansa. "Apa aku boleh menyerah?" tanya Khansa lesu. "Aku tidak akan membiarkan kamu menyerah" jawab Haris yang tidak mau kehilangan Khansa. "Aku capek, penyakitku juga tidak akan sembuh" ucap Khansa yang membuat Haris kalang kabut. "Aku yakin pasti bisa sembuh, setelah itu kita akan hidup bahagia" "Kita akan saling terluka jika kita terus bersama" ucap Khansa menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. *** "Kamu laki-laki pertama yang aku cinta setelah ayahku, tapi kamu juga laki-laki pertama yang berhasil membuatku terluka" Khansa Zaqiya Almahyra. "Maaf, aku belum bisa membahagiakan dirimu" Haris. Karena kesalahannya sendiri Haris harus membuat Khansa kembali pada dirinya, tapi apakah Khansa mau memberi kesempatan pada Haris? Akan kah Khansa bisa bertahan dari penyakitnya, atau Khansa akan menyerah? ***** Slow up!
All Rights Reserved
#233
wattpadislami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rohis Love Location #WATTYS2019
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Because I Love You ( TAMAT  )
  • Arkansa
  • Al Fahri
  • BUNGKAM
  • FADLAN
  • Dia Tempatku Pulang | [SEGERA TERBIT]

Pria itu tampak tersenyum tipis. "Aku tidak tahu, tapi aku sungguh tidak menyukai itu. Aku dekat denganmu hanya sebatas karena rekan kerja saja, sama seperti aku dengan Aara. Bahkan aku rasa aku lebih dekat dengan Aara. Tapi apapun alasan mereka mengatakan aku mempunyai hubungan denganmu, aku sangat berharap kalau kamu mempunyai pikiran sesuai apa yang aku harapkan. " Dia menarik napasnya panjang lalu membuangnya. "Aku harap kamu juga seperti aku. Aku menganggapmu sebagai rekan kerjaku, dan kamu pun begitu, menganggapku hanya sebagai rekan kerjamu. Jangan merasakan apapun padaku melebihi batas itu. Aku harap, kita tidak terjebak dalam rasa yang tidak seharusnya timbul, Nafsiyah." Karena cinta tak selamanya berwarna merah jambu. Adakalanya kita harus merasakan pahit dan kelamnya warna kelabu. Tapi nikmati saja, luka yang seolah tak berujung ini bisa jadi akan aku rindukan suatu saat nanti. Karena pada saat itu, setidaknya aku masih bisa bersamamu. Ilyasa Khalifatul Kahfi

More details
WpActionLinkContent Guidelines