We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
SABANA

SABANA

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Mar 31, 2022
WpInfo
Non-Fiction
Aku tidak mampu menerima apa yang telah terjadi kepadaku. Kututup wajahku dengan kedua telapak tangan dan mulai mencerna kembali apa yang telah terjadi tetapi semuanya nihil aku tak bisa mengingat apa yang terjadi. Aku membuka telapak tanganku dan kembali aku dikejutkan dengan pemandangan yang kulihat. Aku menyadari semakin banyak suara mendekat dan berkerumun di sekitarku. Saat aku membuka mata, tak ku dapati kerumunan manusia itu, yang kulihat hanyalah plafon putih. Aku menoleh ke kanan hanya mendapati bangsal-bangsal yang kosong.
All Rights Reserved
#1
sabana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Darkest Dream [BOOK 1]
  • Impian Untuk Hidup (End)
  • My Vampire Boyfriend
  • DI BALIK BAYANGAN
  • Bukan Mati, Hanya Terlahir Kembali
  • Mengapa Selalu Aku Yang Disalahkan? 🥀 (Countryhumans AU)
  • °•~|Father of Magic|~•°
  • RESURGERE: The Andalas of Nusan [CH]
  • くも の せかい Dunia Kabut
  • •-»?¿l|Meet you|l¿?«-• //End//

Bagaimana rasanya mati? Mati sebagai country, maupun organisasi, lalu hidup kembali? Mungkin itu yang dirasakan PKI. Dia harusnya tertidur puluhan tahun lamanya bersama country dan organisasi lainnya. Dia tertidur lantaran dieksekusi oleh saudaranya sendiri yaitu Indo. Namun sesuatu yang aneh terjadi. Dia terbangun diatas kasur Indo dirumah ASEAN, namun bukan hanya dia saja yang terbangun. Semua country bahkan organisasi yang telah lama tertidur juga bangun! Mulai dari Axis Power, hingga USSR semuanya kembali! Apa ini karena permohonan Indo? Atau karena sesuatu yang mengancam akan terjadi? Cover belongs to Aita Have a nice reading moments💕

More details
WpActionLinkContent Guidelines