Dandelion

Dandelion

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 20, 2024
She fall first but he fall harder Alana yashadiva bahira jatuh cinta pada padangan pertama saat pertama kali bertemu dengan ketua osis di sekolahnya, seno haiear ardani. bahkan dengan jelas yasha menunjukan ketertarikanya pada seno. Yasha selalu ada dan siap kapanpun seno akan mengungkapkan isi hatinya tapi si pria gengsian itu selalu ragu hingga akhirnya tau sosok yasha bukan hanya seorang gadis biasa, bukan hanya gadis yang hanya dia anggap rekan kerja seno menyadari yasha lebih dari itu, seno merindukan gadis itu Merindukan betapa berisiknya gadis itu, bagaimana dia selalu membantu seno bahkan entah sadar atau tidak yasha berhasil membuat seno lebih terbuka dia merindukan kehangantan gadis itu Apa ini tidak terlambat bagi seno untuk mengejar gadis itu
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He Wrote My Name Wrong
  • The Mistake of My Life
  • Zenon and Savea (COMPLETED)
  • Just Dream with you
  • ALANAALANKA. [ ON GOING]
  • Eccedentesiast (Complete)
  • [RWS#1] I'M NOT STUPID (END)
  • KAIRONA
  • CINA-CINTAKU (SELESAI)

He Wrote My Name Wrong Wattpad by barelyunknown SMA Harapan Baru katanya sekolah penuh "cinta pertama". Katanya sih. Nyatanya? Hari pertama orientasi aja aku udah dapat partner paling nggak ramah sedunia-Raynald Ezra, si cowok tinggi berkacamata yang ngomongnya kayak dosen dan nggak pernah senyum. Meira Anindya enggak pernah menyangka kalau hari pertamanya di SMA akan dipenuhi kejutan-terutama kejutan bernama Raynald Ezra. Cowok cuek dari kelas sebelah itu bikin Meira salah tingkah sejak insiden kecil di hari MOS. Tapi bukan SMA namanya kalau perjalanan cinta mulus-mulus aja. Mulai dari beda kelas, cewek berhijab yang selalu bareng Ray, sampai kenyataan bahwa Ray punya masa lalu yang belum sepenuhnya ia lepas. Sementara Meira sibuk memahami perasaannya, Ray juga diam-diam menyimpan rasa-rasa yang belum pernah ia tunjukkan ke siapa pun sejak kehilangan orang terdekatnya. Satu hal yang pasti: keduanya sama-sama belum siap untuk jujur... bahkan pada diri sendiri. Di antara tumpukan tugas, eskul, dan jantung yang deg-degan tiap ketemu di lorong sekolah, Meira dan Ray belajar satu hal: cinta pertama enggak selalu tentang kata yang sempurna, tapi tentang siapa yang bikin kamu ingin menulis ulang segalanya-termasuk nama seseorang, meski awalnya kamu salah tulis.

More details
WpActionLinkContent Guidelines