Curhat Lebih Mahal Daripada Kopi

Curhat Lebih Mahal Daripada Kopi

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 26, 2022
Ada satu kafe kecil di kota yang sangat ribut. Kafe itu tidak memiliki pintu, maupun jendela, hanya tembok besar dengan lubang berbentuk hati di tengahnya. Di samping lubang itu terdapat satu telepon antik untuk memesan kopi, mendengar lelucon, dan tentunya sesi curhat dengan pemilik. Konon apabila kau curhat dengan pemilik, maka masalahmu akan lenyap. Tidak ada yang tahu siapa pemilik, atau bagaimana bisa, yang kau perlu tahu adalah pemilik bisa dan siap melayanimu dengan senang hati. Di masa akhir SMA, Amara dan Kevin menghabiskan waktu mereka untuk mengetahui keberadaan pemilik itu.
All Rights Reserved
#179
magicalrealism
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DREAM HOUSE
  • The Sky Before Secrets
  • The Coffee Crush | On Going
  • Love In A Coffee Shop [Bisa Baca Di Karyakarsa]
  • Ruang Biru [ON GOING]
  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • Coffee Romance
  • Resonansi

Sinopsis: Na Jaemin, mahasiswa teknik sipil tahun kedua, memilih tinggal di kos demi menjauh dari rumah yang selalu dipenuhi pertengkaran. Sejak kecil, trauma ditinggal orang tua saat lampu padam membuatnya membenci gelap dan kesendirian. Di kos sederhana itu, dia bertemu dengan enam pemuda lain yang menyimpan luka masing-masing. Mark Lee, mahasiswa hukum yang dewasa namun kesepian karena renggangnya hubungan dengan sang adik, Lee Jeno, mahasiswa teknik mesin yang dingin dan menutup diri. Huang Renjun, anak kedokteran yang penuh empati tapi menyimpan luka karena tumbuh di panti asuhan. Haechan, mahasiswa seni musik yang selalu ceria, menyimpan kesedihan yang tak pernah ia tunjukkan. Chenle, mahasiswa bisnis tahun pertama dan anak pemilik kos, selalu jadi penengah yang hangat. Dan Park Jisung, adik kelas yang polos dan hangat, membawa kebahagiaan dengan kasih sayang utuh dari keluarganya. Mereka tinggal bersama, bertumbuh, dan menyembuhkan luka masing-masing melalui tawa, tangis, pertengkaran, dan kehangatan keluarga yang mereka bentuk sendiri. Di balik pintu-pintu kamar yang berbeda, hati-hati mereka mulai menyatu-dan perlahan, Jaemin menemukan bahwa tidak semua rumah harus menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines