FAIRWAY
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 25, 2025
"Kenapa kamu memilih untuk bersama denganku, Syn? bahkan saat kamu tahu jiwaku tak lagi utuh." "Mas Nana, sesuatu yang hilang akan terganti. Meskipun dengan bentuk yang lain. Mungkin memang takdir Tuhan untuk kita jalani sama-sama sejak saat ini." "Syn. Kamu tahu kan aku belum sepenuhnya pulih dengan traumaku di masa lalu. Bahkan separuh hatiku masih mencintainya." "Mas, cinta akan tumbuh dengan sendirinya. Begitu pun dengan cintaku yang dengan sendirinya tumbuh dan memilihmu sebagai pelabuhan cintaku." "Tapi aku takut kamu kecewa, Syn. Aku bukan orang yang baik. Aku takut kamu terluka saat bersamaku nanti." "Mas, mungkin aku tidak secantik Kak Neve. Aku tidak sempurna seperti dia di matamu. Tapi izinkan aku menemanimu untuk sembuh." "Syn. Tidak ada cinta saat ini di hatiku. Semuanya hanyalah pelampiasan. Aku nggak mau kamu jadi tempat pulang seorang bajingan sepertiku. Aku pantas untuk mati, bukan untuk merasakan cinta lagi." "Mas, tatap mataku. Aku mencintaimu."-Syn.
All Rights Reserved
#345
nana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Regrets of Love
  • Aku, Kamu, dan Waktu. [END]
  • Late Regret
  • æscape
  • DeaSea
  • Endless Love [ON GOING]
  • My Heart
  • (N)ever Be Real [END]
  • KEPERGIAN SENJA
  • My Lovely Maid

Kamu berhasil menyadarkanku makna cinta yang sesungguhnya. Semua tampak jelas bagaimana caramu menjagaku. Hingga aku mendengar kata yang sudah lama kunanti terucap dari bibirmu. Cinta... Begitulah kedengarannya, sangat manis bukan? Tapi tidak bagiku. Kamu mampu menanam kuat kata cinta dalam hatiku dan membuat kata cinta menjadi hancur. Mungkin bagimu cinta telah lenyap begitu saja terbawa oleh angin, sama seperti jiwamu yang telah hilang di mataku, namun tidak di hatiku. Suatu ketika dia hadir membawa cinta. Aku mulai meragukan apakah cinta benar nyata. Haruskah kubuka kembali pintu hatiku yang telah lama tertutup karena kamu berada didalamnya? Sanggupkah aku melupakanmu dan membuang jauh kenangan yang telah kita ciptakan? Apa mungkin jika suatu saat nanti kamu dan dia berada dalam satu hati yang sama? Sangat disesali jika hal itu benar terjadi. Namun, dia mewujudkan kemungkinan itu dengan caranya sendiri. Akankah kusebut kisah yang Tuhan gariskan adalah penyesalan cinta?

More details
WpActionLinkContent Guidelines