D E R (K) A P

D E R (K) A P

  • WpView
    Membaca 3
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Apr 2, 2022
Kata mereka, cinta datang karena terbiasa. Tapi sebagian manusia hampir lupa, bahwa cinta juga bisa hilang dengan hal yang biasa. Mencari jati diri merupakan tujuan setiap insan, tetapi bila jalan pencarian itu terpanggal, bagaimana caranya mencari pintu keluar? Mungkinkah sesuatu yang cacat bisa bertahan menjadi anugerah terindah dari Tuhan? Atau mungkin, kesengsaraan memang lahir karena buah dari hasil kesalahan? Haruskah jiwa yang suci mendapat elegi? Bisakah gadis manis terbebas dari butiran tangis? Nea, satu jua dengan seribu luka
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#1
nea
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Benalu [Terbit]
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • SERIBU SISI ORIGAMI [COMPLETED]
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Refleksi
  • KETIKA LABEL TIDAK LAGI MENENTUKAN SIAPA KITA
  • Under the Moonlight
  • Noda dalam Cinta
  • NEVERTHELOST || Love In Silence

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan