BLIND FAIRY

BLIND FAIRY

  • WpView
    Reads 222
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 12, 2023
Seorang gadis buta mampu mengubah kehidupan seorang Sagara Zelvino Diningrat yang notabenenya adalah pentolan SMA Krystal. Hari-hari nya yang dulu sering membolos untuk membuat kekacauan, kini perlahan berganti membolos untuk menjumpai Peri Cantik nya, tidak ada lagi perundungan yang ia lakukan. Dunianya berubah drastis, membuat teman-teman nya sampai Ter heran-heran. " Hai Peri cantik" Sapa Sagara. Gadis yang di sapa hanya tersenyum simpul dengan pandangan yang lurus. Gadis sederhana dengan sejuta pesona yang membuat Sagara tertarik untuk mengulik lebih dalam tentangnya. **** 3 Mei 2022
All Rights Reserved
#740
buta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Why you Comeback
  • Le Mien Seul [End]
  • gefa figuran novel (sudah terbit)
  • Kanvas Sunyi Kenangan [TERBIT]
  • KATAKAN itu CINTA
  • Bocil From Planet Neptun (END)
  • Pick Me, My Kalela!
  • AKSELIO (TERSEDIA DI KARYAKARSA)

"Kenapa kamu balik lagi? dan tadi kamu bilang apa? mau perjuangin aku? Udah nggak ada guna nya" ujar gadis itu dengan penuh penekanan kepada pemuda yang bernama lengkap Gemilang Pratama. "Kasih aku kesempatan sekali lagi Sa. Aku minta maaf atas semua hal yang terjadi dulu. Aku bakal jelasin semuanya...aku janji bakal buat kamu jauh lebih bahagia kali ini," Ujar Tama lirih dan penuh permohonan. Tangan Tama berusaha untuk memegang pergelangan tangan gadis yang ia panggil, 'Sa'. Namanya Dia Carissa, kerap kali dipanggil Sasa. Namun, tangan Tama justru ditepis oleh Sasa. Sasa menatap Tama dengan sorot mata yang tak bisa dijelaskan. Kekecewaan, kebencian, kerinduan, kecemasan, bercampur aduk dalam sorot mata Sasa. "Ga ada satupun kesempatan yang pantas aku berikan lagi ke kamu. Aku sangat berharap kamu MATI", ujar Sasa dan berlalu meninggalkan Tama dengan tergesa-gesa. Tama hanya bisa menatap kepergian Sasa dengan terpaku, pemuda itu terpaku pada kata terakhir yang dilontarkan oleh Sasa. MATI

More details
WpActionLinkContent Guidelines