Only Me Alone

Only Me Alone

  • WpView
    Reads 151
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 7, 2022
Apakah setiap anak harus menjadi pelampiasan amarah kedua orangtuanya? Apakah setiap anak harus selalu jadi korban atas perceraian dan pertengkaran kedua orangtuanya? Aku sendiri. Hanya ada aku dan raga yang lemah ini. Apa aku bisa menjadi anak yang bahagia? Apa aku bisa membahagiakan diriku sendiri?
All Rights Reserved
#45
anxiety
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Blooming Lady [completed]
  • NESTAPA [TERBIT]
  • ON REMEMBERING
  • Arexsa Jackson Devidos
  • Princess Rian
  • [EXO ff] Dady Saranghae
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • What About Me
  • BROKEN HOME
  • PULANG  [COMPLETE]

"Katakan padaku bagaimana caranya berhenti mencintai seseorang yang bahkan tak pernah mencoba mencintaimu kembali?" Liana tak pernah bermimpi menjadi istri dari lelaki yang menatapnya seperti beban. Ia hanya gadis biasa, yang jatuh terlalu dalam pada laki-laki yang patah dan tak ingin diperbaiki. Pernikahan mereka tak dibangun dari cinta, tapi dari kesunyian yang tak diucapkan, dari janji-janji yang tak pernah dibuat, dan di dalam rahimnya, tumbuh seorang anak yang mungkin tak pernah dirindukan ayahnya. Di balik keheningan rumah yang dingin, di antara senyum pura-pura dan malam tanpa pelukan, Liana menulis surat-surat untuk anaknya. Ia tahu, dunia tak akan memberinya bahu untuk bersandar tapi ia ingin sang anak lahir dari seorang ibu yang pernah mencintai sepenuh hidup, meski dicintai tak pernah jadi bagiannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines