63 Hari & Isinya

63 Hari & Isinya

  • WpView
    Membaca 932
  • WpVote
    Vote 138
  • WpPart
    Bab 20
WpMetadataReadLengkap Sel, Nov 8, 2022
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Kami satu darah dengan dua takdir." Gadis berpostur badan tinggi dengan rambut panjang hitam pekat, siswa SMA kelas akhir. Namanya, Azelia Putri Kencana. Ia mempunyai saudara kembar namanya, Azelna Putri Kencana. Namun ini dari sudut pandang Azelia. Dua saudara dengan takdir yang berbeda. Semua bermula dari sikap Azelia yang jauh berbeda dengan adiknya. Ia gadis yang keras, namun penuh kelembutan. Semakin keras yang diberikan, Azelia akan jauh lebih keras lagi. Meski begitu ia menanggung konflik keluarga sebagai anak sulung di sana. Menyaksikan perceraian kedua orang tua membuatnya enggan menikah. "Gimana nanti aku dapat suami kaya Ayah? Kasian anakku, bukan aku." Takdirnya berubah. Azelia menelan ludahnya sendiri. Hatinya disentuh begitu halus dan lembut hingga statusnya berubah menjadi seorang istri.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#516
ramadhan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nathalea
  • Lantas (END)
  • Rumit~
  • Skenario Allah✔[End]
  • Remember [Rampung] ✅
  • Kakak Kelas
  • AA [Alyssa & ASHILLA]
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • Destiny✓
Nathalea

Anak Kedua dengan Seribu Tangisnya "Lea, nanti kalau udah gede jagain abang sama adeknya." "Terus yang jagain Lea siapa?" "Lea anak cewek, jadi harus mandiri." Sejak kecil, Nathalea Arunika Senjana (Lea) hidup dengan beban yang tak seharusnya ia tanggung. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, ia harus menjadi pengganti kakaknya yang gagal dan selalu mengalah untuk adiknya. Ibunya tidak pernah melihat perjuangannya. Bagi sang ibu, Lea hanya anak yang harus menurut, yang harus bisa segalanya tanpa mengeluh. Setiap kesalahan selalu dibebankan padanya, setiap keluhan dianggap sebagai alasan. Di sisi lain, ayahnya tak pernah peduli. Kesibukannya bekerja membuatnya tak pernah benar-benar hadir dalam hidup Lea. Tidak ada sosok yang bisa ia andalkan, tidak ada tempat untuk bersandar. Baginya, rumah bukanlah tempat pulang yang hangat, melainkan tempat di mana ia harus terus berjuang sendirian. Tidak peduli seberapa lelah atau sakitnya ia, Lea harus tetap kuat. "Mama nggak mau tahu, kamu harus bisa!" "Papa sibuk, jangan ganggu Papa dengan hal sepele." Lea terus berusaha menjadi kuat, menelan semua sakitnya sendirian. Tapi sampai kapan? Sampai kapan ia harus menahan semua luka yang tak pernah terlihat? Sampai kapan ia harus selalu salah dan tak pernah dimengerti? 🥈#hujan 25/04/2025 🥇#terluka 11/09/2025 🥇#tekanan 26/04/2025 6 #broken 22/04/2025 3 #anaktengah 21/03/2025 1 #bandung 25/09/2025 no coppy, usahakan vote [on going]

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan