Ileana

Ileana

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 5, 2022
Ileana Nerissa Pandhita namanya. Dia sempat menolak tawaran orang tuanya untuk sekolah di pondok pesantren karena beberapa hal. Satu, dia pernah berjanji dengan sahabatnya, Indira agar tetap satu sekolah hingga SMA kelak. Dua, ia tak ingin berpisah dengan crushnya alias gebetannya yang kini ada di SMP Negeri, Tiga, ia juga tak mau ketinggalan banyak hal selama ia mondok besok. Namun, mau tak mau, Tuhan telah memberikan hidayah pada Ileana agar meninggalkan itu semua dan fokus sekolah di tanah rantau sana. Lantas bagaimana dengan hubungan Ileana dengan sahabat serta gebetannya selama itu? Bagaimana juga dengan orangtuanya? Akankah dia begitu saja melupakannya? Juga bagaimana kisahnya di pondok pesantren itu? So, simak setitik tulisan yang akan menceritakan kehidupan Ileana di pondoknya-! Thankyou guys-! :D
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cermin yang Retak tak Ingin di Benci
  • Aurakham (Aurora & Arkham) [End]
  • GADISNYA AYYAN [TAMAT]
  • Gus Zai Untuk Aisyah(PRE ORDER!)
  • || Takdir Dari Allah [REVISI]
  • I LOVE YOU, KAK! [SUDAH TERBIT]
  • THE NAIAD (transmigrasi) {END}
  • Takdir Cinta Aisyah
  • Zidan With Syakira
  • Hate or care

Cerita tentang petualangan seorang gadis bernama Asya Salsabila, usia 16 tahun yang dipaksa ayahnya masuk pesantren, dan mengubur impiannya masuk SMK favorit jurusan fashion designer, sebuah cita-cita yang diinginkan sejak SMP. Namun, ternyata didalam pesantren banyak pelajaran hidup yang dia temui, mulai dari persahabatan bahkan percintaan. Ia merasakan jatuh bangun menghadapi semua permasalahannya seorang diri tanpa bantuan dari kakak-kakaknya, karena ia anak paling bungsu dari empat bersaudara dan paling dimanja. Kini ia harus dapat tegar berdiri, ketika sahabat terdekatnya yang ia percaya sepenuh hati berkhianat dan menusuknya dari belakang, kekecewaan sudah menelannya dan membuatnya depresi, sehingga lari dari pesantren, ketika hampir putus asa, seseorang datang menawarkan bantuan tapi harus merendahkan harga dirinya dengan melepas jilbab, dan mempertaruhkan ilmu agama yang sudah dipelajarinya, benturan antara prinsip dan kebutuhan untuk bertahan hidup, membuatnya dalam dilema yang besar, sampai pada suatu masa, ia harus mengalah, menanggalkan satu-satunya bukti bahwa ia anak pesantren, selembar kain yang menutupi rambutnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines