We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Butterfly In The Dark

Butterfly In The Dark

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 1, 2022
WpInfo
Non-Fiction
Secercah narasi yang mampu memutar balikkan gunjingan masyarakat *** Hidup di dunia kelam tak pernah diinginkan yuna . Cita cita yang bukan main banyak kini hanya tinggal abu , bak awan yang tak mungkin yuna gapai . Setitik harapan ingin hidup bahagia selalu mengiringi doa , tak elak tiap malam tubuh nya tertunduk sujud pada yang kuasa . Harap-harap suatu saat dunia benar benar berputar 180 derajat sesuai keinginan .
All Rights Reserved
#50
suram
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Resital Sunyi (End)
  • Jeritan Anak Broken Home 17+
  • Amin paling serius
  • _IKATAN DI ATAS KERTAS_
  • Humanize Human
  • The Force
  • CLOUD
  • Cinta Berbalut Puisi

Ada cinta yang dikejar bukan karena jiwanya menyentuh, tapi karena citranya menjanjikan kesempurnaan. Ada yang dipilih bukan karena diinginkan, tapi karena hadirnya memudahkan. Sebagian hati hadir bukan untuk dimiliki, melainkan menjadi tempat singgah dalam badai yang tak kunjung reda, lalu dilupakan saat matahari kembali menyapa. Dan ada pula hati yang tak bersuara, menunggu dalam senyap, memanggul rindu tanpa jaminan akan menjadi tempat pulang. Hati yang tak pernah ditanya, tapi selalu ada; menjadi rumah bagi seseorang yang tak pernah ingin tinggal. Lucunya, cinta tak pernah paham logika. Ia tak memilih yang pantas, tak menetap pada yang layak. Ia berdiam di tempat yang paling retak, tumbuh di antara luka-luka yang belum sempat sembuh, menjadikan harapan sebagai candu untuk bertahan. Ini bukan sekadar cerita tentang cinta yang tak terbalas. Ini tentang jiwa yang rela menjadi persinggahan dalam hidup orang lain, meski ia diciptakan untuk menjadi rumah. Tentang keberanian mencintai tanpa pamrih, tentang ketulusan yang tak meminta kembali. Karena mungkin, dalam dimensi cinta yang paling sunyi, hadir, meski tak dianggap, lebih bermakna daripada pergi tanpa sempat menyentuh. - "Lo tuh bukan yang gue mau, Bun. Lo cuma yang kebetulan ada pas gue hancur." -Lautvianar "Gue tau gue cuma pelampiasan. Tapi lo tau yang lebih nyakitin? Bahkan buat nyakitin, lo masih butuh gue." -Embunara

More details
WpActionLinkContent Guidelines