Don't come closer

Don't come closer

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 3, 2022
jangan mendekat walau hanya sesaat,, mereka akan menyapa dengan penuh luka.. Hati hati.. karena mereka tidak akan me mulai jika kau tak me mulai.... desa dengan sejuta misteri,, membawa bencana bagi mereka yang baru.. 5 orang sahabat yang terjebak dalam sebuah lingkaran misteri yang menyeramkan, desa rantai teratai.. sebuah desa terpencil pedalaman pulau sumatera. mereka harus ber hadapan dengan maut karena sebuah larangan desa itu. bagaimana kisah nya... ikutin... follow author sebelum baca.. vote,, comment and share.. 👍
All Rights Reserved
#49
ceritamisteri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)
  • Siren:Dawn of Blood
  • Hearthless.
  • Teror sinden (Liburan Telaga Tengah Alas)
  • TAGIHAN PERJANJIAN LAMA - DESA HAWA TIIS || 97L
  • NOT as COMPLICATED as WE IMAGINED
  • Penghuni Malam
  • Creepy Lovers
  • the adventure
  • WEIRD GAME (THE SCARY GAMES II)

(BASED ON TRUE EVENT) **** Ini adalah kisahku saat mengikuti perkemahan PMR Regional provinsi. Dimana lokasi yang ditempati merupakan tempat pembantaian terbesar PKI dimasanya. Kisah kelam korban di masa lalu membentuk entitas kengerian ditempat itu. Sosok-sosok yang masih tak terima saat dibantai karena ketidakadilan memenuhi lokasi area bekas Belanda tersebut. Disini mereka menanti. "Kebun Djengkol". **** BRAKKK... Tiba-tiba pintu itu menutup dengan sendirinya. Spontan aku yang kaget langsung berlari menjauhi. Ketika melewati tembok jalan keluar bilik kamar mandi, aku tak sengaja menabrak seseorang. "Cuk!!!" Awalnya pemuda itu sempat marah, namun ekspresinya berubah saat melihat wajahku yang sudah pucat pasi. Aku pun bengong sepersekian detik. Bukan, bukan karena terpesona melihat wajah orang tampan layaknya adegan film-film romantis remaja. Namun aku berusaha menenangkan diri dari sisa ketakutan. Pemuda itu menatapku dengan ekspresi yang susah dimengerti. "Kamu nggak apa-apa?" tanyanya kemudian. "Nggak apa-apa. Maaf nggak sengaja nabrak". "Kenapa? Habis liat hantu ya?" "Ah ituu ..." "Kuntilanak ma setan bocahnya masih ngeliatin kamu tuh." Ucapnya santai. Dadaku kembali berdegup kencang sambil mengumpat lirih. Kini aku ganti memandangnya lekat. Dan pemuda itu membalas reaksiku dengan menyipitkan mata. "Apa?" Tanyanya kemudian. "Kamu bisa liat kan 'mereka' kan?" "Liat apa?" Aku sedikit melangkah mendekatkan diri sembari berbisik "Demit" Pemuda itu sempat terbahak. Lalu tiba-tiba menjulurkan sebelah tangannya. "Aku Aji." ****

More details
WpActionLinkContent Guidelines