Gara My Boyfie

Gara My Boyfie

  • WpView
    LECTURAS 3,528,171
  • WpVote
    Votos 284,888
  • WpPart
    Partes 52
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, may 21, 2025
"Pasangin dasi." "Bawain tas gue." "Sisirin." "Suapin." Dan banyak lagi perintah si tuan muda Sagara Azam Pratama pada adik kelasnya, Arrsyila Zakia. Bukan karena Syila itu cupu, atau Syila gampang di bully, bukan juga karena Syila yang merusak barang mahal Gara hingga harus jadi babu Gara sebagai gantinya. Bukan. Semua berawal dari permohonan gila Syila pada Gara. Permohonan yang mempertaruhkan harga dirinya dan juga kenyamanan hidupnya. "Plis Kak, tolong! Mau, ya? Jadi pacar pura-pura gue? Di depan Oma gue doang, Kak! Gue janji, sebagai balasannya gue bakal ngelakuin apapun buat Kak Gara." -Arrsyila Zakia- _Sequel Bara My Husband_
Todos los derechos reservados
#543
gara
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SAMUDRA BERCERITA || END
  • 𝐀𝐍𝐆𝐊𝐀𝐒𝐀
  • TRUST
  • ANGKASA
  • My Junior My Husband (COMPLETED)
  • GUNFA
  • DOSEN BUCIN - (TAMAT)
  • Who am I?
  • SAGARA [ON GOING]
  • Transmigrasi                                                  Raka Andreafa

Andai Samudra bisa bicara, para penyelam takkan perlu menyelam untuk mengetahui isi didalamnya. Andai Samudra bisa bicara, Palung Mariana takkan menjadi misteri yang tak kunjung terpecahkan meski sudah lama. Andai Samudra bisa bicara, segitiga Bermuda yang menelan banyak korban akan diketahui apa penyebabnya. Begitupun dengan Samudra Anka. Andai ia bisa bicara, semua orang akan tahu apa yang ada di dalam hatinya. Andai ia bisa bicara, ia takkan di caci maki karena kebisuannya. Andai ia bisa bicara, ia takkan di tinggalkan karena kecacatannya. Bukan keinginannya kalo ia cacat, tapi mengapa ia di perlakukan seperti ini. Bukan keinginannya kalo ia bisu, tapi kenapa ia di tinggalkan sendiri. "maaf Ayah, maaf Bunda, maaf Abang, maaf karena udah cacat, maaf karena udah bikin malu kalian"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido