Gara My Boyfie

Gara My Boyfie

  • WpView
    Reads 3,562,909
  • WpVote
    Votes 285,480
  • WpPart
    Parts 52
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 21, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Pasangin dasi." "Bawain tas gue." "Sisirin." "Suapin." Dan banyak lagi perintah si tuan muda Sagara Azam Pratama pada adik kelasnya, Arrsyila Zakia. Bukan karena Syila itu cupu, atau Syila gampang di bully, bukan juga karena Syila yang merusak barang mahal Gara hingga harus jadi babu Gara sebagai gantinya. Bukan. Semua berawal dari permohonan gila Syila pada Gara. Permohonan yang mempertaruhkan harga dirinya dan juga kenyamanan hidupnya. "Plis Kak, tolong! Mau, ya? Jadi pacar pura-pura gue? Di depan Oma gue doang, Kak! Gue janji, sebagai balasannya gue bakal ngelakuin apapun buat Kak Gara." -Arrsyila Zakia- _Sequel Bara My Husband_
All Rights Reserved
#550
gara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAMUDRA BERCERITA || END
  • G A R A
  • GARALISA
  • Transmigrasi                                                  Raka Andreafa
  • My Junior My Husband (COMPLETED)
  • SAGARA [ON GOING]
  • 3 [ex] Tuan Muda
  • DOSEN BUCIN - (TAMAT)
  • SYAKIRA how are you?

Andai Samudra bisa bicara, para penyelam takkan perlu menyelam untuk mengetahui isi didalamnya. Andai Samudra bisa bicara, Palung Mariana takkan menjadi misteri yang tak kunjung terpecahkan meski sudah lama. Andai Samudra bisa bicara, segitiga Bermuda yang menelan banyak korban akan diketahui apa penyebabnya. Begitupun dengan Samudra Anka. Andai ia bisa bicara, semua orang akan tahu apa yang ada di dalam hatinya. Andai ia bisa bicara, ia takkan di caci maki karena kebisuannya. Andai ia bisa bicara, ia takkan di tinggalkan karena kecacatannya. Bukan keinginannya kalo ia cacat, tapi mengapa ia di perlakukan seperti ini. Bukan keinginannya kalo ia bisu, tapi kenapa ia di tinggalkan sendiri. "maaf Ayah, maaf Bunda, maaf Abang, maaf karena udah cacat, maaf karena udah bikin malu kalian"

More details
WpActionLinkContent Guidelines