90 DAYS ; JAESAHI

90 DAYS ; JAESAHI

  • WpView
    Reads 1,910
  • WpVote
    Votes 319
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 20, 2023
Asahi yang mencoba mempertahankan pernikahan mereka setelah dua tahun akhirnya memilih sebuah keputusan dimana ia dan suami nya akan melakukan sebuah perjanjian. Jaehyuk-sang suami- akan bertingkah seperti dirinya mencintai Asahi selama 90 hari. Setelah nya ia bebas dari pernikahan karena perjodohan itu dan memilih kembali bersama sang kekasih Hatinya. Akankah Asahi bisa mempertahankan pernikahan nya dengan Jalan yang diambilnya, atau dirinya akan menjadi saksi saat suami nya meninggalkan nya demi perempuan yang dikasihi Jaehyuk. fluffy ; romansa ; dewasa ; sad #JAESAHI #BxB #homophobic? Not ur area
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DUNIA HAMPA
  • Our life 21+ (Jaesahi) END
  • Our Fault
  • MY FAMILY [Baby Renle]
  • Méprise メ JaeSahi✔
  • Love In A Lie [Jaesahi/Harusahi] END
  • Crush In Rush [JAESAHI] ✓
  • Nikah Paksa
  • ARE YOU MY WIFE? [END]
  • ᴄʜᴇʀʀʏ ᴍᴀɢɪᴄ [ᴊᴀᴇꜱᴀʜɪ]  END ✅

Hampa, kata itu menjadi hal yang ada di benaknya setiap kali ia pulang ke "rumah" miliknya. Tak ada niatan baginya, untuk sekedar membuat rumahnya lebih berwarna lagi. Dunianya terasa hampa, setiap kali ia ingin mengeluh. Ia kebingungan, mencari tempat untuk bersandar, dan bercerita tentang hari-harinya yang sulit. "Rumah" miliknya memang selalu berbeda, di sana sunyi. Di sana tidak terasa seperti ada kehidupan sedikit pun, hampa. Bahkan "rumah" yang dikatakan orang-orang sebagai tempat pulang itu, tak sama baginya. "Rumah" yang dianggap sebagai dunia kasih sayang bagi orang-orang, juga tak sama baginya. Semuanya bohong, semua tentang dirinya. Yang katanya menjadi kebanggaan bagi semua orang, tanpa ada kekurangan. Berjuta-juta lara tak pernah absen dari dirinya, seakan-akan seperti tidak ada detik tanpa kebohongan baginya. Sampai kapan, ia harus merasakan semua kesunyian ini? Kapan, kehampaan ini akan usai? Di mana, ia bisa mengekspresikan dirinya, selayaknya remaja pada umumnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines