Rewrite My Heart

Rewrite My Heart

  • WpView
    Reads 150
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 27, 2026
Gevian Alster, bangun di rumah sakit dengan ingatan berantakan. Nama, sekolah, teman, semuanya masih di kepalanya. Tapi ada satu hal aneh. Kenapa semua orang bilang Lioren itu pacarnya? Karena sejauh yang ia tahu, gadis itu adalah partner ributnya sejak dulu. Selain itu, Lioren punya kebiasaan buruk, membully siswa lain, sombong, sering seenaknya. Lioren benar-benar tak ada bagusnya di mata Gevian. Kini, di tengah potongan ingatan yang hilang dan emosi yang tak ia pahami, Gevian harus menebak. Apakah mereka benar-benar musuh, atau cuma dua orang yang lupa cara saling mencintai?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain's Mother
  • Bad Girl
  • My moon My sirius
  • ABCD [TELAH DI TERBITKAN]
  • Misstruck [END]
  • Another World [END]
  • We Don't Know
  • Shalinna (On Going)
  • Our Different Heart | Cold Girl [ Completed ]
  • Our Story: Teror [On Going]

Ngintip doang nih? 😗 🔞 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines