Haidar

Haidar

  • WpView
    Reads 289
  • WpVote
    Votes 268
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 18, 2022
Terkadang kehilangan membuat kita menjadi jauh lebih tegar lagi, meski mendung tak pernah reda tetapi jauh di dalam hati sudah berpikir rela. Sekalipun ada yang tinggal, mereka juga akan tetap pergi jika sudah waktunya. "Gue bahagia karena pernah menjadi bagian dari takdir Lo, sekalipun pada akhirnya gue kalah sama ketetapan Allah. Istirahat yang tenang, langit mendung hari ini sudah berjanji akan kembali cerah esok hari." Haidar. Masalah menjalani hari setelah hari dimana kehilangan, mungkin rasanya akan sangat berbeda. Akan terasa berat, sekalipun harus merelakan. Patah, dan tetap harus berusaha kembali tumbuh. Perjalanan seorang Haidar, jika bisa dia sangat ingin merubah sebagian dari takdirnya. Dia ingin sosok sahabatnya menetap dan tinggal. Mari tumbuh bersama kisah ini, ambil baiknya dan buang buruknya:") cover: mentahan pinterest edit by me canva
All Rights Reserved
#306
populer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Nanti Juga Sampai
  • AURORA
  • ELANG [End]
  • Restu Tuhan
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • Liora
  • Game Over: Losing Control
  • SCHICKSAL
  • Tikungunya

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines